Contoh Proposal Pengelolaan Objek Wisata

Contoh Proposal Pengelolaan Objek Wisata – Pengembangan ekowisata sangatlah diperlukan dalam proses pengertian pembanguan berkelanjutan yang berbasis pariwisata wilayah. Tersebarnya lokasi wisata di berbagai wilayah sangat mendukung untuk pengembangan ekowisata berbasis daerah. Bahkan hingga ke wilayah kecamatan ataupun desa.

Tempat wisata Raja Ampat. Papua dan Koh Phi Phi, Thailand (blog.pergi.com)

Banyak tempat wisata yang masih perawan dan perlu dikembangkan. Juga obyek-obyek wisata yang sudah ada penting untuk ditata ulang mengikuti trend wisata halal, wisata keluarga, wisata anak muda hingga wisata petualangan yang banyak digemari.

Beriukut beberapa contoh proposal pengembangan dan pengelolaan tempat dan obyek wisata.

Contoh Proposal Pengelolaan Objek Wisata Puncak Cemara, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.

Kota Sawahlunto yang telah resmi sebagai warisan dunia oleh UNESCO pada 6 Juli 2019 di Baku, Azrbaijan. Dengan diresmikannya Kota Sawahlunto tersebut seharusnya wisatawan yang berkunjung ke objek-objek wisata di Kota Sawahlunto semakin banyak tidak hanya domestik tetapi juga dari luar negeri termasuk juga objek wisata Puncak Cemara. Sehingga perlu dilakukan peningkatan dalam pengelolaan serta pengembangan yang lebih meningkat lagi agar para wisatawan banyak yang mengunjungi Kota Sawahlunto.

Salah satu objek yang berpotensi untuk dijadikan kawasan wisata yaitu kawasan Puncak Cemara. Kawasan ini berupa hutan pinus sekunder dan kebun yang didomonasi oleh tanaman buah, kakao dan ubi kayu. Pinus (Pinus Merkusii), yang dikenal masyarakat sebagai cemara, merupakan asal nama dari kawasan ini.
Kawasan ini juga merupakan kawasan wisata dengan objek wisata utama berupa pemandangan panorama Kota Sawahlunto yang berada pada ketinggian 500 meter diatas permukaan laut yang belum dikelola secara optimal sehingga diperlukan suatu pengembangan kawasan untuk rekreasi warga Kota Sawahlunto sekaligus pengembangan destinasi wisata Kota Sawahlunto.
Objek wisata puncak cemara ini memiliki keindahan alam dan sebuah pemandangan yang menarik dari sebuah spoot yang berada dipinggang gunung pari dengan dikelilingi oleh batang pohon cemara menyunguhkan sebuah pemandangan kota tua dengan berbagai peninggalan tambang hingga bagunan-bagunan yang didirikan oleh colonial Belanda.
Kawasan puncak cemara dapat diakses dari arah utara (dari arah Batusangkar melalui Talawi) dan dari selatan (dari arah Solok atau Sijunjung, melewati pusat Kota Sawahlunto). Gerbang akses utama menuju kawasan ini mudah terabaikan karena papan petunjuk yang ada masih kurang memadai, namun sekarang jalan menuju puncak cemara sudah dilakukan pengembang yang mana sudah dibuatkan nama puncak cemara yang besar jadi sudah tidak terabaikan Fisik jalan dan penerangan jalan di kawasan ini juga sudah mulai ditambahkan. Fasilitas yang telah dibangun sebelumnya adalah kantin, panggung, pengamatan panorama berbentuk amphitheater, gazebo dan bangku taman.
Dahulu Puncak Cemara hanya bisa melihat panorama Kota Sawahlunto saja, namun saat ini bagian yang telah dilakukan pengembangan berada di bagian barat. Sementara bagian timur masih dipenuhi oleh semak belukar. Serta juga sekarang ini sudah banyak fasilitas-fasilitas yang ditambahkan sudah ada mulai kemajuan yang dulunya cuman semak belukar saja sekarang sudah ramai dengan sarana dan prasarana yang diperlukan di Puncak Cemara seperti tempat khusus bermaian anak-anak. Objek wisata puncak cemara telah mengalami kemajuan dalam pengelolaan serta pengembangan yang dilakukan oleh pemerintah Kota Sawahlunto.

Tempat Wisata Puncak Cemara Sawaglunto (gerainews.com)
Tempat Wisata Puncak Cemara Sawaglunto (gerainews.com)

Sebelumya objek wisata puncak cemara ini hanya dapat melihat panorama kota sawahlunto saja serta juga jalan menuju tempat objek wisata tersebut masih banyak rerumputan. Namun sekarang ini objek wisata puncak cemara sudah memiliki banyak fasilitas permainan anak – anak dan dewasa yang bisa dinikmati bersama – sama serta juga jalan menuju objek wisata puncak cemara sudah bagus.
Berdasarkan dengan grafik diatas dapat terlihat ada terjadinya penurunan dan penaikan baik dari kunjungan wisata maupun pendapatan dari puncak cemara.Dari grafik kunjungan wisata yang paling tertinggi terjadi pada bulan juni tahun 2018 dikarenakan pada masa saat liburan, sedangkan yang paling terendah terjadi pada bulan mei tahun 2019 dikarenakan hari biasa dan kurangnya peminat wisatawan untuk mengunjungi puncak cemar. Selanjutnya pada grafik pendapatan yang tertinggi pada bulan juni 2018 sehingga puncak cemara dapat menambahkan pendapatan asli daerah, sedangkan yang terendah pada bulan mei 2019 sehingga pedapatan yang dihasilkan pada bulan mei itu mengalami penurunan.
Adapun gejala-gejala yang masih terlihat dalam pengelolaan objek wisata Puncak Cemara yaitu:

  1. Masih kurangnya pemanfaatan lahan parkiran.
  2. Kurangnya promosi dari dinas pariwisata pemuda dan olahraga Kota Sawahlunto terhadap objek wisata Puncak Cemara.
  3. Kurangnya pemeliharaan atau pembaruan fasilitas yang sudah tidak layak digunakan di objek wisata Puncak Cemara.

Berdasarkan latar belakang di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: “Analisis Pengelolaan Objek Wisata Puncak Cemara Kota Sawahlunto”.
Lebih lengkap bisa dibaca di: http://repository.uin-suska.ac.id/28030/1/Skripsi%20Nadela%20Pratiwi%20Fix%20%28tanpa%20Bab%205%29.pdf

 

Studi Pengelolaan Kawasan Pesisir Untuk Kegiatan Wisata Pantai (Kasus Pantai Teleng Ria Kabupaten Pacitan, Jawa Timur).

Wisata Pantai Teleng Ria Kabupaten Pacitan, Jawa Timur
Wisata Pantai Teleng Ria Kabupaten Pacitan, Jawa Timur

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Contoh proposal pengelolaan objek wisata.

Proposal Upaya Peningkatan Kunjungan Wisata Di Objek Wisata Alam Pantai Walengkabola.

Photo editor, Beautiful and Editor on Pinterest

Contoh Proposal Pengelolaan Objek Wisata Pantai Halasy Maluku.

Maluku memiliki banyak objek pariwisata dan jika di kelola dengan baik, maka pasti bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi pemerintah provinsi, kota maupun kabupaten. Namun untuk bisa mengembangkan pariwisata di Maluku diperlukan adanya investor baik dari dalam maupun luar negeri.Dengan adanya sentuhan investor diharapkan industry pariwisata di Maluku bisa berkembang dengan baik.
Luas wilayah provinsi Maluku adalah 46.914,03 Km2, terdiri dari luas lautan 527.1914
Km2 dan luas daratan 54.185 km persegi. Dengan kata lain sekitar wilayah provinsi Maluku adalah lautan. Menurut letaknya, wilayah Provinsi Maluku terletak antara 20 30’-90 LS (Lintang Selatan) dan 1240 -1360 BT (Bujur Timur).

Provinsi Maluku merupakan daerah kepulauan yang terdiridari 559 pulau.Maluku memiliki begitu banyak potensi alam yang banyak menawarkan keanekaragaman daya tarik wisata (bahari, air terjun, hutang flora dan fauna).Hal inilah yang membuat para wisatawan berdatangan ke Maluku untuk sekedar berlibur untuk menikmati pemandangan yang di tawarkan berupa daerah wisata yang telah di kelola oleh pemerintah maupun masyarakat Maluku.
Angka kunjungan wisatwan Nusantara ke Provinsi Maluku dalam tujuh tahun terakhir mengalami
peningkatan yang signifikan. Dari tahun ke tahun. pada tahun 2010 kunjungan wisatawan hanya 31.643 orang. Angka itu meningkat menjadi 37.708 orang pada 2011 kemudiaan meningkat lagi menjadi 52.599 pada 2012. pada tahun berikutnya 2013 angka itu meningkat lagi menjadi 73.679, kemudian pada 2014 angka itu meningkat lagi menjadi 96.459 dan pada 2015 angka kunjungan wisatawan meningkat lagi menjadi 110.699 dan pada 2016 meningkat lagi menjadi 122.575 orang wisatawan. itu berarti kenaikan jumlah wisatawan nusantara rata-rata dari tahun 2010-2016 mengalami peningkatan.
tahun. pada tahun 2010 angka kunjungan wisatawan hanya 10.059 orang. Angka itu meningkat menjadi
15.603 pada 2011 kemudian pada tahun 2012 meningkat lagi menjadi 17.820 wisatawan. dan pada 2013 angka kunjungan wisatawan mancanegara mengalami penurunan menjadi 15.174 orang kemudian meningkat lagi menjadi 16.295 pada 2014, pada 2015 kembali lagi mengalami penurunan sebesar 14.703 wisatawan hingga pada 2016 kembali lagi mengalami peningkatan hanya sebesar 15.015 orang wisatawan mancanegara.
Ekowisata atau ekoturisme merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan baik yang alami maupun yang buatan dengan tujuan untuk menjamin kelestarian alam dan budaya.Saat ini ekowisata mulai berkembang ditandai dengan hadirnya sejumlah tempat yang diusahakan
sebagai obyek ekowisata.

Video : Tempat Wisata Pantai Halasi Ambon

Salah satunya adalah pantai Halasy di desa Morella, Maluku Tengah.Tempat wisata tersebut baru dikenal oleh masyarakat Maluku beberapa bulan belakangan ini di tahun 2018, karena tempat wisata tersebut merupakan pariwisata yang masih baru di kembangkan.
Pantai Halasy merupakan tempat wisata yang terbilang baru.Pantai Halasy baru di resmikan pada Awal januari 2018 namun angka kunjungan wisatawan yang berkunjung ke pantai ini semakin mengalami peningkatan. Pantai halasy dengan garis pantai sepanjang 1 hektar ini mempunyai pemandangan laut yang sangat indah. Pasir putih dan air laut yang sangat jernih sangat sempurna untuk berenang, berjemur, bahkan untuk melakukan snorkeling. Selain pantai yang indah, pantai ini juga menyediakan pelabuhan mini untuk tempat bersandarnya speed boat.ternyata pelabuhan mini ini tidak hanya di gunakan untuk tempat bersandarnya speed boat saja tapi di gunakan juga atau di fungsikan sebagai tempat pengambilan gambar atau foto.
Selain pelabuhan mini ternyata di pantai ini juga terdapat fasilitas berenang bagi anak-anak maupun dewasa.

Lebih lengkap baca : http://repository.iainambon.ac.id/576/1/BAB%20I%2C%20III%2C%20V.pdf