Wisata di Jalan Legendaris, Jalan Braga Bandung

Tempat Wisata Jalan Braga Bandung

Jalan Braga Bandung, Wisata di Jalan Legendaris

Wisata Jalan Braga adalah jalan tertua di Kota Bandung. Pada masa lalu, jalan ini disebut dengan Jalan Pedati, disini terdapat berbagai lokasi peninggalan zaman Belanda. Tempat Wisata di Bandung Pada masa kolonial dulu Jalan Braga merupakan kawasan perbelanjaan kelas atas tempat para pejabat dan petinggi Belanda berbelanja.

Wisata Jalan Braga
Wisata Jalan Braga

Saat ini terdapat beberapa toko dan kafe yang berada di jalan ini. Di ujung utara terdapat berbagai gedung yang sekarang dipakai sebagai tempat hiburan, bakery, kafe dan took souvenir. Wisata Di sebelah selatan berbatasan dengan Jalan Asia Afrika dimana terdapat Savoy Homan Hotel, Sarinah Shop dan Black Cat Souvenir Shop.

Tempat Wisata Jalan Braga Bandung berkonsep One Stop Holiday di pusat Kota Bandung ini merupakan pusat keramaian dan bisnis utama di kota Bandung.sejak zaman pendudukan Belanda di indonesia atau pada ,zaman kolonials, Jalan Braga Bandung sudah dijadikan sebagai jalanan protokoler di kota Bandung,sebagai terusan jalan utama dari arah Gedung Konferensi Asia Afrika.

Sejarah Jalan Braga

Kata Braga konon berasal dari bahasa Sunda, Ngabaraga, yang berarti bergaya.  Kita memang masih bisa melihat bangunan-bangunan megah dan bergaya art deco sepanjang jalan ini. Pembangunan jalan ini erat dengan pembangunan jalan Anyer-Panarukan yang diperintahkan Gubernur Jenderal Daendels pada tahun 1808-1811. Wisata Gedung ini dinamai Pedawiteg sebelum tahun 1882. Jalan dengan lebar sepuluh meter ini merupakan penghubung dari Groote Postweg, Jalan Asia-Afrika, dengan Koffie Pakhuis miliki Andries de Wilde yang kini menjadi Balai Kota Bandung.

 Wisata Jalan Braga Bandung
Wisata Jalan Braga Bandung

Awalnya Jalan Braga adalah sebuah jalan kecil di depan pemukiman yang cukup sunyi sehingga dinamakan Jalan Culik karena cukup rawan, juga dikenal sebagai Jalan Pedati (Pedatiweg) pada tahun 1900-an. Wisata  Jalan Braga menjadi ramai karena banyak usahawan-usahawan terutama berkebangsaan Belanda mendirikan toko-toko, bar dan tempat hiburan di kawasan itu seperti toko Onderling Belang.

BACA JUGA :  Pesona Wisata Jakarta Gereja Katedral

Kemudian pada dasawarsa 1920-1930-an muncul toko-toko dan butik (boutique) pakaian yang mengambil model di kota Paris, Perancis yang saat itu merupakan kiblat model pakaian di dunia.  Wisata  Dibangunnya gedung Societeit Concordia yang digunakan untuk pertemuan para warga Bandung khususnya kalangan tuan-tuan hartawan, Hotel Savoy Homann, gedung perkantoran dan lain-lain di beberapa blok di sekitar jalan ini juga meningkatkan kemasyhuran dan keramaian jalan ini.

Wisata di Bandung Jalan Braga Tempo Dulu
Wisata di Bandung Jalan Braga Tempo Dulu

Namun sisi buruknya adalah munculnya hiburan-hiburan malam dan kawasan lampu merah (kawasan remang-remang) di kawasan ini yang membuat Jalan Braga sangat dikenal turis. Wisata Dari sinilah istilah kota Bandung sebagai kota kembang mulai dikenal. Sehingga perhimpunan masyarakat warga Bandung saat itu membuat selebaran dan pengumuman agar “Para Tuan-tuan Turis sebaiknya tidak mengunjungi Bandung apabila tidak membawa istri atau meninggalkan istri di rumah”.

Di beberapa daerah dan kota-kota yang berdiri serta berkembang pada masa Hindia Belanda, juga dikenal nama jalan-jalan yang dikenal seperti halnya Jalan Braga seperti Jalan Kayoetangan di kota Malang yang juga cukup termasyhur dikalangan para Turis terutama dari negeri Belanda juga Jalan Malioboro di Wisata Yogyakarta dan beberapa ruas jalan di Jakarta. Namun sayangnya nama asli jalan ini tidak dipertahankan atau diubah dari nama sebelumnya yang dianggap populer seperti halnya Jalan Kayoetangan di kota Malang diganti menjadi Jalan Basuki Rahmat.

Kawasan Bergengsi Zaman Belanda yang  Dilupakan

Wisata Malam di Jalan Braga
Wisata Malam di Jalan Braga

Jika Anda ingin mengekspresikan perasaan melalui seni, belanja sandang yang eksklusif dengan produk-produk asli dari Paris, dan suasana Eropa, datanglah ke kawasan Braga. Demikian kenang Tjetje Padmadinata, tokoh masyarakat Jabar yang menjalani masa mudanya pada tahun 1950-an. Hal senada juga dikatakan penulis senior Her Suganda. Tapi sekarang, Braga seakan membisu, tak ikut berteriak seperti tempat-tempat hang out dan keramaian lain yang ada di berbagai mal dan kawasan utara Bandung. Beragam upaya telah dilakukan masyarakat Wisata Bandung dan pemerintahnya untuk membangunkan kembali kawasan Braga dari tidurnya.

BACA JUGA :  Lawang Sewu, Pesona Wisata Semarang

Namun sepertinya masih membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk membangkitkan kembali kawasan ini. Tak heran apabila popularitasnya sekarang ini tak seheboh tempat-tempat keramaian di mal atau kawasan lain yang sebagian telah memanfaatkan kawasan yang dulunya hijau. Berbagai komunitas pun kerap melaksanakan kegiatannya di kawasan itu dengan tujuan bisa kembali meramaikan kawasan Wisata Braga. Namun seusai kegiatannya, kawasan itu kembali bergerak tenang. Keramaian yang ada hanyalah padatnya arus lalu lintas. Meskipun masih mendingan ada daya tarik toko-toko di sana yang tetap buka serta pedagang lukisan di sepanjang trotoar Jalan Braga.

Beberapa Lukisan yang ada di Wisata Jalan Braga
Beberapa Lukisan yang ada di Wisata Jalan Braga

Kawasan itu hingga sekarang masih diuntungkan oleh adanya beberapa obyek gedung tua yang masih terawat seperti Gedung Merdeka dan Museum Konferensi Asia Afrika (MKAA). Gedung tua lainnya juga telah menjadi saksi bisu perkembangan Kota Kembang di Braga. Kini gedung-gedung itu hanya menjadi latarbelakang wisatawan lokal atau mancanegara yang ingin berfoto ria. Pemerintah pun sudah mulai menggandeng komunitas masyarakat Wisata Bandung untuk menghidupkan kembali Braga. Bahkan sejak 2005 lalu lahir even rutin yang dinamakan Braga Festival. Bahkan Pemkot Bandung telah mengubah Jalan Braga yang tadinya berupa jalan aspal menjadi jalan batuan andesit yang hingga sekarang masih menuai permasalahan.

Tjetje Padmadinata mengatakan harapannya untuk bisa kembali mewujudkan nostalgianya. Dikatakannya, dulu ibunya bercerita kalau di kawasan Braga masih banyak pohon pisang dan saat Tjetje remaja kawasan itu menjadi tempat belanja, dan restoran yang paling bergengsi. “Jadi orang itu akan merasa tenang dan bangga bila sudah meluangkan waktu ke Braga,” kata Tjetje yang menjadi keynote speak dalam Diskusi Menggagas Braga di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan.Wisata
Wisata Jalan Braga
Wisata Jalan Braga

Kawasan yang tidak pernah sepi selama 24 jam ini memang merupakan tempat lengkap bagi wisatawan. Berbagai jenis aksesoris, oleh-oleh, dan panganan khas Wisata Bandung tersedia di sini. Selain wisata belanja, Jalan Braga juga dihiasi oleh arsitektur indah khas bangunan tempo dulu. Bangunan-bangunan peninggalan zaman penjajahan Belanda masih berdiri megah di sini.

BACA JUGA :  Pesona Wisata Bandung Taman Bunga Cihideung

Jalan Braga paling pas dinikmati dengan cara berjalan kaki. Jelas saja, sebab jalan ini merupakan kawasan pendestrian Kota Bandung yang ditetapkan saat Braga Festival digelar pada 2011 lalu. Semenjak itu, Jalan Braga makin ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Orang bilang, menyusuri Jalan Braga paling asyik saat malam hari. Lampu-lampu sepanjang jalan dan arsitektur bangunan menghadirkan sensasi masa lampau. Tapi jangan salah, menyusuri Jalan Braga di siang hari juga tak kalah seru, apalagi cuaca Kota Bandung yang terkenal sejuk setia menemani perjalanan Anda.Wisata

Sumber : (http://www.disparbud.jabarprov.go.id/) (http://bandung.go.id/) (http://www.bandungkab.go.id/)

=> Baca Artikel Menarik Lainnya di bawah ini <=

1. Pesona Wisata Bandung Taman Bunga Cihideung

2. Misteri Si Cantik Kawah Gunung Tangkuban Perahu

3. Wisata Alam Maribaya

4. Kawah Putih Tempat Wisata Bandung

Tempat Wisata di Bandung, Wisata Bandung, Tempat Wisata, Wisata di Bandung, Tempat Wisata Bandung, Wisata, Pesona Wisata Indonesia, Pesona Wisata Bandung, Jalan Braga, Jalan Braga Bandung

Similar Posts:

    None Found

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *