Pusat Grosir Sepatu Cibaduyut Bandung Yang Tetap Memikat

Pusat Grosir Sepatu Cibaduyut Bandung hingga kini tetap saja memikat para wisatawan yang jalan-jalan ke Bandung. Sepatu Cibaduyut memang sudah terkenal dan namanya mengukir untuk fashion kaki ini. Aneka model sepatu ada disini. Harganya yang bikin hati pingin borong. Murah bingit!

Presiden Jokowi-berkunjung dan mencoba-sepatu-cibaduyut
Presiden Jokowi-berkunjung dan mencoba-sepatu-cibaduyut

Cibaduyut Tentu Berubah Mengikuti Zaman

            Jika pulang dari Bandung masih menggunakan sepatu lama, atau apalagi tidak bersepatu, itu berarti bahwa belum mengunjungi Cibaduyut. “Bukan zamannya lagi, pulang dengan kaki nyeker dari Cibaduyut,” kata seorang pemilik toko sepatu di daerah Cibaduyut kepada seorang calon pembelinya yang sedang melirik kanan-kiri untuk mencari pilihan yang cocok. Seraya memperlihatkan berbagai model sepatu dan sandal yang dipamerkan, ia berujar setengah berbisik: “Kalau beli yang ini dua pasang, saya jual dengan harga Rp 25.000,” katanya. Rasanya rugi jika mengabaikan penawaran tersebut, ditambah produknya tersedia dengan berbagai pilihan warna. Model alas kaki tersebut juga tidak ketinggalan zaman.

Sentra Sepatu Cibaduyut, Pasar Penjualan Sepatu Terpanjang di Dunia
Sentra Sepatu Cibaduyut, Pasar Penjualan Sepatu Terpanjang di Dunia

Cibaduyut yang dua puluh tahun lalu berbeda dengan Cibaduyut yang sekarang. Para pengrajinnya berlomba untuk menciptakan model terbaru, seakan tak pernah kehabisan ide. Tiap bulan, tiap minggu bisa berganti model sesuai dengan tuntutan selera yang sangat cepat berubah. Ada sandal wanita yang bagian atasnya dipasangkan aksesori sehingga sulit untuk dipercaya bahwa ada sandal yang harganya hanya Rp 15.000. Hal ini menimbulkan keraguan bahwa sandal tersebut dibuat oleh pengrajin Cibaduyut.

Padahal, untuk menghasilkan satu pasang sandal saja misalnya, pasti biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Apalagi belum dihitung dengan harga bahan baku yang terus melompat naik. Belum juga upah tukang. Oleh sebab itu, dapat dibayangkan bagaimana para pengrajin alas kaki di daerah itu bisa mempertahankan diri.

Cibaduyut merupakan sentra pembuatan dan pemasaran alas kaki terbesar dan sekaligus tertua di kota Bandung. Para perajin di daerah ini sudah turun menurun. Dari ayah turun ke anaknya. Turun lagi ke saudara dan keponakannya. Hingga saat ini, di antara para pengrajin sudah ada yang termasuk generasi kelima. Tidak jarang anak-anak usia sekolah dipekerjakan. Mereka terpaksa membantu ekonomi orangtuanya karena alasan klasik masyarakat marjinal yaitu kemiskinan.

Sentra-industri-tas-dan-sepatu-cibaduyut-paling-terkenal-di-kota-bandung
Sentra-industri-tas-dan-sepatu-cibaduyut-paling-terkenal-di-kota-bandung

Sekitar tahun 1920, para pengrajin tersebut pada awalnya bekerja sebagai tukang di toko-toko sepatu milik orang Tionghoa di Bandung. Pada saat menjelang libur, mereka pulang dengan membawa pekerjaan. Alasannya, daripada mengganggur di rumah. Dari mereka inilah kemudian lahir pengrajin-pengrajin baru sampai akhirnya beranak-pinak. Pernah para pengrajin itu ditempatkan di Lingkungan Industri Kecil (LIK) Kabupaten Bandung di daerah Cibiru. Namun, hal itu tidak berlangsung lama, karena memang tidak mudah mengubah tradisi yang sudah turun menurun. Mereka kembali lagi ke tempat semula. Mereka sudah terbiasa bekerja tanpa terikat waktu apalagi tidak membutuhkan biaya transportasi.

Sejarah panjang Cibaduyut setidaknya ikut memberi andil yang tidak kecil sehingga kota Bandung menjadi terkenal. Daerah yang sebelumnya menjadi pusat kerajinan sepatu itu, kini sudah menjadi tujuan wisata belanja di kota Bandung. Cibaduyut tidak ubahnya dengan tempat-tempat belanja lainnya. Karena itu, yang dijual di sana bukan hanya sandal dan sepatu. Berbagai barang lainnya seperti tas, t-shirt, busana, senapan angin, beragam aksesori, sampai makanan khas yang dapat dijadikan oleh-oleh juga tersedia.

Wakil Presiden Yusuf Kalla berkunjung dan mencoba Sepatu Cibaduyut
Wakil Presiden Yusuf Kalla berkunjung dan mencoba Sepatu Cibaduyut

Roh Cibaduyut sebagai pusat kerajinan sepatu tertua di kota Bandung seakan hampir terkikis dengan masuknya produk sepatu dari China. Bahkan karena harganya lebih murah, kehadiran sepatu dan sandal tersebut mulai menggeser nasib para pengrajin. Di berbagai negara, sepatu-sepatu yang dibuat sebagai hasil kerajinan tangan (hand made) justru harganya lebih mahal. Lebih meningkatkan daya saing dan sekaligus meningkatkan taraf hidup pengrajinnya. Pada tataran inilah sebenarnya roh dari Cibaduyut, bukan sebaliknya sebagaimana terjadi sekarang ini.

Sebagaimana halnya dunia fashion, industri alas kaki menuntut kreativitas yang terus menerus. Keduanya mengikuti tren yang sedang berkembang. Jika tidak, pasti akan tertinggal. Perkembangan ini hanya mungkin bisa diikuti oleh para pengrajin yang terus berinovasi. Sepatu bagi sebagian kalangan bukan hanya semata alas kaki. Sepatu telah menjadi bagian dari identitas diri seseorang yang tergabung dalam komunitas tertentu. Karena itu, pembuatannya tidak dilakukan secara massal. Model dan bentuknya harus eksklusif.

Tugu penunjuk lokasi sentra sepatu Cibaduyut
Tugu penunjuk lokasi sentra sepatu Cibaduyut

Para pengrajin alas kaki Cibaduyut bisa dengan mudah memenuhi permintaan pelanggannya. Adakala bahwa pemesannya membawa gambar dari majalah atau bahkan contoh sepatunya. Tedy, pemilik Silver Point Collection merupakan salah seorang pengrajin alas kaki Cibaduyut yang memilih beda dengan pengrajin lainnya. “Saya tidak membuat sepatu produk massal seperti pengrajin lain, “ ujarnya. Produknya berupa sepatu lars tinggi dengan berbagai model dan variasi hiasan sehingga terkesan eksklusif. Hal ini kemudian menjadi pilihan komunitas tertentu. Mereka antara lain para pecinta motor gede (moge) atau kalangan artis, dan lainnya.

Pusat penjualan alas kaki Cibaduyut terletak tidak jauh dari Terminal Bus Luar Kota Leuwipanjang. Dengan kendaraan pribadi Anda bisa keluar dari pintu tol Pasir Koja, Kopo, atau bahkan Moh. Ramadhan dan Buah Batu. Setiap orang yang ditanya, pasti akan menjawab: “Ooo, Cibaduyut?” katanya sambil menunjukkan arah jalan yang harus ditempuh.

Her Suganda

Wisata Parijs Van Java – Sejarah, Peradaban, Seni, Kuliner, Dan Belanja

Similar Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *