Thursday , November 16 2017
Home / Wisata Sumatra / Pesona Palembang / Pesona Wisata Sumatera Selatan

Pesona Wisata Sumatera Selatan

Pesona Wisata Sumatera Selatan

Pesona wisata. Propinsi Sumatera Selatan merupakan suatu kawasan seluas 99.888,28 kilometer persegi di pulau Sumatra bagian Barat yang terletak di sebelah Selatan garis khatulistiwa pada 10 – 40 derajat lintang Selatan dan 102 -108 derajat Bujur Timur. Bagian daratan propinsi ini berbatasan dengan propinsi Jambi di sebelah Utara dan propinsi Lampung di Selatan, propinsi Bengkulu di bagian Barat serta di bagian Timur berbatasan dengan pulau Bangka dan Belitung.

Pesona Wisata Peta Sumatera Selatan
Pesona Wisata Peta Sumatera Selatan

Sumatera Selatan dikenal juga dengan sebutan Bumi Sriwijaya karena wilayah ini pada abad 712 Masehi merupakan pusat kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Indonesia yang berpengaruh sampai ke Formosa dan Cina di Asia serta Madagaskar di Afrika.

Disamping itu, Sumatra Selatan sering pula disebut sebagai Daerah Batanghari Sembilan, karena di kawasan ini terdapat 9 sungai besar yang dapat dilayari sampai jauh ke hulu, yakni: sungai Musi, Ogan, Komering, Lematang, Kelingi, Rawas, Batanghari Leko dan Lalan serta puluhan lagi cabang-cabangnya

Topografinya di kawasan Timur hingga garis pantai didominasi rawa-rawa dan lebak yang dipengaruhi pasang surut. Di bagian tengah dan makin ke Barat merupakan dataran rendah dan lembah yang luas. Lebih jauh ke Barat terdiri dari perbukitan dan pegunungan yang menjadi mata rantai Bukit Barisan yang membentang sepanjang pesona wisata pulau Sumatra dari Aceh hingga Lampung.

Puncak-puncak Bukit Barisan di Sumatra Selatan diantaranya adalah Gunung Dempo (3159 meter). Gunung Patah (2107 meter). Gunung Bungkuk (2125 meter) dan Gunung Seminung (1954 meter) dimana di kaki gunung ini terdapat Danau Ranau yang luasnya 118 kilometer persegi.

Pesona Wisata Gunung Dempo
Pesona Wisata Gunung Dempo

Dari hasil susenas tahun 2002 Sumatera Selatan berpenduduk sebanyak 7.167.972 jiwa. Penduduk asli terdiri dari beberapa suku yang masing-masing mempunyai bahasa dan dialek sendiri. Namun dalam komunikasi sehari-hari mempergunakan bahasa Indonesia atau bahasa lokal. Suku-suku tersebut antara lain suku Palembang, Ogan, Komering, Seniendo, Pasemah, Gumay, Lintang, Musi Rawas, Meranjat, Kayuagung, Ranati dan Kisam.

Semua suku ini hidup berdampingan dan saling membaur dengan suku-suku pendatang termasuk dengan orang asing. Bahkan banyak terjadi perkawinan antar suku. Mereka memiliki adat-istiadat dan tradisi sendiri yang acapkali tercermin dalam upacara perkawinan dan peristiwa-peristiwa penting suatu suku.

Meski tiap kelompok etnik memiliki corak khas dalam kebudayaan dan struktur bahasa sendiri, namun tetap merupakan kesatuan yang bulat yang sulit dipisahkan satu sama lain dalam lingkungan hukum adat. Mereka juga saling mempengaruhi sehingga unsur kebudayaan yang satu terdapat juga pada kebudayaan suku lainnya.

Pesona Wisata Tarian Gending Sriwijaya
Pesona Wisata Tarian Gending Sriwijaya

Mayoritas penduduk memeluk agama Islam yang berpengaruh pula terhadap adat istiadat, budaya dan kehidupan sehari-hari. Hari-hari besar Islam secara umum dirayakan dengan khitmad, seperti Hari Raya Idulfitri, Iduladha, Maulud Mi’radj, Nuzulul Quran dan lain sebagainya. Masjid dan mushollah hampir terdapat di setiap pelosok.

Salah satu seni tarinya yang dikenal luas adalah pesona wisata Gending Sriwijaya, tari spesifik masyarakat Sumatra Selatan untuk menyambut tamu istimewa yang berkunjung ke daerah ini. Tarian ini mencerminkan sikap ramah, gembira, bahagia, tulus dan terbuka terhadap kunjungan para tamu istimewa atau para pendatang.

 

Pesona Wisata Sejarah Sumatera Selatan

Pesona wisata. Sumatra Selatan sudah didiami manusia sejak zaman purbakala. Bukti-bukti sejarah masa lampau itu antara lain berupa situs-situs megalit dalam berbagai bentuk dan ukuran yang dapat disaksikan di alam terbuka terutama di Kabupaten Lahat, ogan Komering Ulu dan Muara Enim maupun di museum.

Pesona Wisata kepala Arca di Tegurwangi
Pesona Wisata kepala Arca di Tegurwangi

Peninggalan kebudayaan megalit ini merupakan hasil kreasi seni pahat nenek moyang yang terdiri dari arca batu berbentuk manusia, binatang, menhir, dolmen, pubden berundak, kuburan batu, limpang batu dan peralatan purba lainnya. Keberadaan batu-batu megalit ini juga melahirkan berbagai legenda dan mitos di kalangan masyarakat Sumatra Selatan (Sumsel) misalnya legenda Si Pahit Lidah yang karena kesaktiannya mampu membuat apapun yang tidak disukainya menjadi batu.

Dalam abad ke 7-13 masehi, Sumatra Selatan merupakan basis kekuasaan Kerajaan Sriwijaya dengan Palembang sebagai ibu kota kerajaan. Dimasa jayanya Sriwijaya dikenal sebagai pusat pendidikan dan ilmu pengetahuan mengenai agama Budha di Asia Tenggara.

Sriwijaya juga merupakan kerajaan maritim yang kuat dan disegani di Asia Tenggara bahkan berpengaruh hingga ke Cina dan Madagaskar di Afrika. Selain menguasai jalur perdagangan dan pelayaran antara Laut Cina Selatan dan Samudra Hindia juga telah menjadikan daerah ini sebagai sentra pertemuan antar bangsa.

Hal ini menimbulkan transformasi budaya yang lambat laun berkembang dan membentuk identitas baru bagi daerah Sumatra Selatan ini. Sebagian Semenanjung Malaya, Selat Malaka, Sumatera Utara, Selat Sunda masuk ke dalam lingkungan kekuasaan Sriwijaya.

Pesona wisata. Kerajaan ini tumbuh sebagai pusat perdagangan yang dikunjungi para pedagang dari Parsi, Arab dan Cina yang menjual barang-barang yang mereka bawa dari negerinya atau negeri yang dilaluinya sementara pedagang dari Pulau Jawa membeli barang-barang itu sambil menjual rempah-rempah.

Nama ‘Palembang’ berasal dari kata limbang yang berarti mendulang emas. Menurut cerita, Palembang menjadi kota yang makmur karena emas yang terkandung di Sungai Musi. Pada masa Sriwijaya, Palembang bernama Swarna Dwipa yang berarti Pulau Emas.

Disebutkan bahwa istana kerajaan Sriwijaya memiliki kolam yang di dasarnya diletakkan batangan-batangan emas. Pada masa Sriwijaya, agama Budha mengalami kejayaan. Seorang penjelajah dari Cina bernama I Tsing melaporkan dalam catatannya bahwa di depan istana kerajaan ini, di seberang Sungai Musi terdapat kuil Budha dimana sekitar seribu orang pendeta Budha (biksu) tinggal untuk menuntut ilmu memperdalam ajaran Budha dan mempelajari Sanskerta. Dari kuil ini setiap pagi tercium aroma dupa yang wanginya tersebar hingga ke seberang Sungai Musi.

Pesona Wisata Jembatan Ampera dan Sungai Musi
Pesona Wisata Jembatan Ampera dan Sungai Musi

Letak istana kerajaan Sriwijaya diperkirakan relatif lebih jauh dari Sungai Musi dibandingkan dengan pemukiman masyarakat yang umumnya berada di sepanjang tepian sungai dan di rumah-rumah terapung atau rumah tiang- memanjang beberapa kilometer di sepanjang Sungai Musi.

Penduduk yang tinggal di tepi sungai ini merupakan sumber tenaga manusia bagi armada laut yang menjadi tulang punggung kerajaan Sriwijaya dalam mengawasi kawasan perairan di sekitarnya. Sejumlah peninggalan arkeologis dari masa kerajaan Sriwjaya masih dapat ditemukan di sejumlah tempat. Pesona wisata.

Setelah berjaya selama tiga abad, pada abad ke-11 Sriwijaya diserang kerajaan Cola yang menjadi titik awal kemerosotan Sriwijaya dan kemudian Sriwijaya terdesak oleh kekuasaan kerajaan dari Jawa Timur. Pada akhir abad ke-13 Sriwijaya merosot sebagai pusat perdagangan dan akhirnya runtuh menjadi wilayah-wilayah kecil yang dikuasai bajak laut hingga kedatangan Belanda (VOC).

Pada abad ke-18 muncul kesultanan Islam di Palembang yang dipimpin oleh sejumlah sultan. Sultan Mahmud Badaruddin adalah raja terakhir dari Dinasti Palembang ini dan juga sultan yang paling terkenal karena perjuangnnya menentang kaum kolonial. Raja Palembang ini dikenal sebagai orang yang memiliki kepribadian yang kuat dan berbakat sekali. Sayangnya peninggalan kesultanan Islam Palembang ini sudah tidak ada lagi yang tersisa karena hancur dalam pertempuran melawan Belanda. Pesona wisata.

Pesona Wisata Sumatera Selatan, Pesona Wisata Sumatera Utara, Pesona Wisata Sumatera Barat, Pesona Wisata Indonesia, Pesona Wisata, Palembang, Pesona Sungai Musi, Kerajaan Sriwijaya, Belanda, Selat Sunda

About PesonaWisata

Check Also

Pesona Wisata Bengkulu Utara

Pesona Wisata Bengkulu Utara Pesona wisata. Di wilayah Bengkulu Utara terdapat jalur jalan menyusuri pantai ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *