Wednesday , May 24 2017
Home / Wisata Kalimantan / Pesona Pontianak / Pesona Wisata Pontianak Tugu Digulis

Pesona Wisata Pontianak Tugu Digulis

Pesona Wisata Pontianak Tugu Digulis

Pesona Wisata Tugu Digulis juga dikenal sebagai monumen Sebelas Digulis, atau Tugu Bambu Runcing, atau Tugu Bundaran Untan ( Universitas Tanjung Pura ) oleh warga setempat. Tugu dalam bahasa indonesia didefinisikan sebagai ‘ tiang besar dan tinggi yang dibuat dari batu, bata, dsb. Kata Tugu kemudian memiliki kaitan dengan monumen, yaitu sebuah bangunan yang digunakan sebagai tanda untuk mengingat peristiwa penting, peristiwa bersejarah, atau untuk menghormati orang atau kelompok yang berjasa.

Pesona Wisata Pontianak Tugu Digulis
Pesona Wisata Pontianak Tugu Digulis

Monumen ini didirikan sebagai peringatan atas perjuangan Sebelas Tokoh Sarekat Islam Kalimantan Barat yang dibuang ke Boven Diogel, Irian Barat karena khawatir pergerakan mereka akan memicu pemberontakan terhadap pemerintah Hindia Belanda di Kalimantan. Pesona Wisata Kesebelas pejuang itu antara lain : Achmad Marzuki, Achmad Su’ud bin Bilal Achmad, Gusti Djohan Idrus, Gusti Hamzah, Gusti Moehammad Situt Machmud, Gusti Soeloeng Lelanang, Jeranding Sari Sawang Amasudin alias Jeranding Abdurrahman, Haji Rais bin H. Abdurahman, Moehammad Hambal alias Bung Tambal, Moehammad Sohor, dan Ya’ Moehammad Sabran.

Sejarah Tugu Digulis Pontianak

Pesona Wisata Pontianak Air Mancur Tugu Digulis
Pesona Wisata Pontianak Air Mancur Tugu Digulis

Monumen yang diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat H. Soedjiman pada 10 November 1987 ini pada awalnya berbentuk sebelas tonggak menyerupai bambu runcing yang berwarna kuning polos. Pada tahun 1995, monumen ini dicat ulang dengan warna merah-putih. Pesona Wsiata Penggunaan warna merah-putih ini menjadikan sebagian warga menganggap monumen ini lebih mirip lipstik daripada bambu runcing. Kemudian, pada tahun 2006 dilakukan renovasi pada monumen ini sehingga berbentuk lebih mirip bambu runcing seperti penampakan saat ini.

Monumen ini didirikan sebagai peringatan atas perjuangan sebelas tokoh Sarekat Islam di Kalimantan Barat, yang dibuang ke Boven Digoel, Irian Barat karena khawatir pergerakan mereka akan memicu pemberontakan terhadap pemerintah Hindia Belanda di Kalimantan. Tiga dari sebelas tokoh tersebut meninggal pada saat pembuangan di Boven Digoel dan lima di antaranya wafat dalam Peristiwa Mandor. Nama-nama kesebelas tokoh tersebut kini diabadikan juga sebagai nama jalan di Kota Pontianak.Pesona Wsiata.

Pesona Wisata Indonesia, Pesona Wisata, Pesona Indonesia, Wisata Indonesia, Indonesia Wisata, Pariwisata Indonesia, Indonesia Pariwisata, wisata di Indonesia, jasa pariwisata Indonesia, Pesona Wisata Pontianak.

About PesonaWisata

Check Also

Indonesia Beautiful Masjid Raya Darussalam Samarinda

Samarinda Pesona Indonesia Beautiful

Samarinda Pesona Indonesia Beautiful Indonesia Beautiful. Samarinda merupakan pusat indrusti perkayuan di Kalimantan Timur dan juga kota ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *