Home / Wisata Sumatra / Pesona Aceh / Pesona Wisata Nanggroe Aceh Darussalam

Pesona Wisata Nanggroe Aceh Darussalam

Pesona Wisata Nanggroe Aceh Darussalam

Pesona Wisata Aceh. Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam merupakan wilayah paling barat dari kepulauan Nusantara atau berada di ujung utara Pulau Sumatra. Provinsi ini menyimpan banyak sekali potensi pesona obyek wisata tentang cerita unik dan benda- benda sejarah/budaya yang menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke wilayah ini. Selain itu, daerah ini juga banyak melahirkan pahlawan nasional dan sejak dahulu sudah terkenal sebagai pusat penyebaran ajaran agama Islam ke Nusantara.

Pesona Wisata Aceh Peta Nanggro Aceh Darussalam
Pesona Wisata Aceh Peta Nanggro Aceh Darussalam

Sejarah mencatat Aceh dengan kerajaan Islamnya dikenal dalam pergaulan dunia sebagai sebuah negeri yang makmur dan tercatat di urutan lima besar dalam pengembangan Islam di dunia. Berbagai peninggalan sejarah dengan mudah dapat disaksikan di berbagai tempat di Aceh. Peninggalan sejarah di provinsi berpenduduk 4.3 juta jiwa ini bagaikan emas terpendam. Jika peninggalan-peninggalan ini sedikit mendapat sentuhan, maka ia akan berkilau cemerlang.

Sejumlah obyek Pesona Wisata Aceh yang ada pada saat ini di Banda Aceh banyak dikunjungi wisatawan, baik manca negara maupun lokal, antara lain: Masjid Raya Baiturrahman, Taman Sari Gunongan yang merupakan tempat bercengkrama permaisuri Sultan Iskandar Muda pada masa lalu, Kherkhoff Peucut (kuburan serdadu-serdadu Belanda) dan Makam Syiah Kuala. Berbagai obyek wisata ini memiliki nilai sejarah dan nilai spiritual yang sangat kuat.

Pesona Wisata Aceh Masjid-Raya-Baiturrahman-Aceh
Pesona Wisata Aceh Masjid-Raya-Baiturrahman-Aceh

Di Kabupaten Aceh Besar terdapat juga sejumlah Pesona Wisata Aceh seperti perpustakaan Tanoh Abee di Seulimeum yang menyimpan berbagai buku dan kitab karangan ulama dan pujangga Aceh beberapa abad lalu. Selain itu, para pelancong juga dapat menikmati obyek wisata alam yang terkenal di Aceh seperti Pantai Gapang, Iboih, Pulau Rubiah. Tempat- tempat itu berada Pulau Weh, Sabang.

Pesona Wisata Aceh Sholat Idul Fitri di Masjid Raya Baiturrahman
Pesona Wisata Aceh Sholat Idul Fitri di Masjid Raya Baiturrahman

Sabang yang dikenal sebagai kota pelabuhan, la berada di Pulau Weh yang dijuluki juga sebagai Pulau Emas. Pesona Wisata Aceh yang berada di wilayah Pemerintah kota Sabang antara lain Taman Laut Pulau Rubiah yang namanya sudah mendunia karena ada sejenis ikan yang tidak ada dimanapun kecuali di taman laut ini. Terumbu karang dan beragam ikan hias menjadi kekayaan alam dan daya tarik pulau ini.

Pesona Wisata dan Sejarah Aceh

Pesona Wisata Aceh Pahlawan Malahayati-
Pesona Wisata Aceh Pahlawan Malahayati-

Aceh merupakan pintu gerbang masuknya Islam ke Indonesia. Di Aceh terdapat dua kerajaan Islam yang cukup terkenal dalam proses penyebaran ajaran agama Islam ke seluruh Nusantara. Dua kerajaan Islam tersebut adalah Kerajaan Samudera Pasai dan Kerajaan Peureulak. Kerajaan Peureulak berdiri pada tahun 225 Hijriah(840 M), dengan raja pertamanya Sultan Alaidin Saiyid Maulana Abdul Aziz Syah.

Kerajaan Islam Samudera Pasai baru berdiri pada pertengahan abad ke XIII. Dan sebagai pendiri kerajaan ini adalah Sultan Malik As Salih yang meninggal pada tahun 1297. Selain itu di Aceh terdapat kerajaan Islam yang lain yaitu Kerajaan Aceh Darusalam. Pada abad ke-16 Aceh merupakan kawasan perdagangan paling ramai di wilayah sekitar Selat Malaka. Satu-satunya saingan Aceh dalam hal perdagangan adalah Malaka yang berada di semenanjung Malaysia.

Kerajaan Aceh dibawah pimpinan Sultan Ibrahim berupaya melakukan ekspansi ke wilayah sekitarnya untuk memperluas wilayah perdagangannya. Bahkan sempat mengepung Malaka pada September 1537 dibawah pimpinan Alaudin, pengganti Ibrahim, tetapi serangan ini mengalami kegagalan.

Kegagalan di Malaka ini tidak menghalangi Aceh untuk meneruskan politik ekspansinya, dan untuk dapat menguasai perdagangan di wilayah sekitar Selat Malaka maka Kerajaan Aceh merasa perlu untuk menaklukkan kerajaan-kerajaan Melayu dan mengusir Portugis dari Malaka. Langkah pertama adalah memerangi dan menaklukkan Kerajaan Aru dengan mengerahkan seratus kapal dan dua belas ribu orang pasukan, Kerajaan Aru berhasil ditaklukkan. Namun langkah ekspansi Aceh berhenti ketika Kesultanan Johor mengirimkan sepuluh ribu orang pasukannya ke Aru dan berhasil mengalahkan pasukan Aceh.

Dengan kekalahan ini maka keinginan Aceh untuk mendominasi wilayah Selat Malaka bagian selatan belum dapat terwujud dan kedudukan Portugis untuk sementara waktu luput dari bahaya ancaman dari sebelah utara. Sultan Iskandar Muda (1607 – 1636) melanjutkan politik raja-raja Aceh sebelumnya. Iskandar Muda mengembangkan kehidupan beragama Islam di Aceh antara lain dengan membangun banyak masjid serta melakukan perang jihad terhadap kaum kafir.

Dalam catatan sejarah, Iskandar Muda adalah salah satu raja yang paling keras menegakkan ajaran Islam antara lain memberantas minuman keras dan main judi, menjalankan peraturan agama dan bersama-sama rakyat selalu menyempatkan bershalat Jum’at di Masjid.

Pesona Wisata Budaya Aceh

Pesona Budaya Aceh
Pesona Budaya Aceh

Aceh merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki aneka ragam budaya yang menarik khususnya dalam bentuk tarian, kerajinan dan perayaan/ kenduri. Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam terdapat delapan sub etnis yaitu Suku Aceh, Gayo, Alas, Aneuk Jamee, Simeulu, Kluet, Singkil, dan Tamiang. Kedelapan sub etnis mempunyai budaya yang sangat berbeda antara satu dengan yang lain. Suku Gayo dan Alas merupakan suku yang mendiami dataran tinggi di kawasan Aceh Tengah dan Aceh Tenggara.

Suku-suku Aceh ini tersebar di seluruh pelosok daerah Aceh mulai kota Sabang, Aceh Besar, Banda Aceh, Langsa, Aceh Tmur, Aceh Barat, Aceh Selatan, Aceh Jaya dan Nagan Raya. Serta di kampung-kampung seluruh penjuru Aceh.

Kharakteristik masing-masing suku Aceh ini adalah:

  1. Suku Aneuk Jameeyang memiliki bahasa yang sendiri yang mirip dengan bahasa Minang. Suku ini menempati wilayah Aceh Selatan di kecamatan Labuhan Haji, Tapaktuan, Samadua, Kluet Utara. Suku ini juga menempati wilayah Aceh Barat Daya, di kecamatan Susoh, Manggeng dan berbagai daerah lainnya sebagai minoritas.
  2. Suku Devayan adalah suku yang mendiami pulau Simeuleu, yang dibagi dalam 5 kecamatan, yakni Teupah barat, Teupah selatan, Salang, Simeulue Timur dan Simeulue Timur dan Tengah.
  3. Suku Gayo sama seperti suku Tamiang memiliki bahasa sendiri, yakni bahasa Gayo. Suku ini tersebar di kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Bener Merah.
  4. Suku Haloban adalah suku Aceh yang menempati wilayah kepulauan di bagian barat Aceh. Wilayah kepulauan ini bernama kabupaten Aceh Singkil.
  5. Suku Julu sebenarnya masih bagian dari Suku Pak Pak Boang yang berasal dari Sumatera Utara. Pada jaman dahulu, suku ini adalah penghuni asli daerah Aceh Singkil dan dan Subussalam.
  6. Suku Kluet tersebar di sebagian besar kabupaten Aceh selatan, yang dibagi menjadi kecamatan Kluet Utara, Timur, Selatan dan Barat.
  7. Suku Tamiang adalah suku di Aceh yang memiliki bahasa sendiri, yakni bahasa Tamiang. Bahasa ini memiliki dialek mirip Melayu. Suku ini tersebar di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur dan Kota Langsa.
  8. Suku Sungalai adalah suku yang mendiami sebagain besar dari Simeulue Barat, Alafan, Salang, Teluk dalam dan Simeulue Tengah.
Pesona Wisata Aceh Museum-Rumah Aceh
Pesona Wisata Aceh Museum-Rumah Aceh
Pesona Wisata Aceh, wisata aceh, Pesona Wisata budaya Aceh, sejarah aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, daerah istimewa Nanggroe Aceh Darussalam, NAD, daeah istimewa NAD, wisata banda aceh, keindahan banda aceh, ibu kota aceh

About PesonaWisata

Check Also

Pesona Wisata Bengkulu Utara

Pesona Wisata Bengkulu Utara Pesona wisata. Di wilayah Bengkulu Utara terdapat jalur jalan menyusuri pantai ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *