Home / Wisata Sulawesi / Pesona Kendari / Pesona Wisata Kendari Pantai Tanjung Taipa

Pesona Wisata Kendari Pantai Tanjung Taipa

Pesona Wisata Kendari Pantai Tanjung Taipa

Pesona Wisata Kendari. Letak Pantai Tanjung Taipa ini memang relatif lebih jauh dari Kota Kendari dibanding beberapa pantai lainnya. Tapi, Pantai Tanjung Taipa masih menjadi obyek favorit bagi warga Kendari dan sekitarnya.

Pesona Wisata kendari Pantai Tanjung Taipa
Pesona Wisata kendari Pantai Tanjung Taipa

Pantai ini terbilang indah. Daratan yang landai membentang lalu bertemu dengan gulungan ombak yang jernih. Pasir yang sangat lembut menghampar sedemikian luasnya. Inilah daya tarik utama pantai yang berada di bibir Tanjung Taipa dan menghadap langsung ke Laut Banda ini.

Di sana, selain rangkaian hiburan musik yang digelar setiap akhir pekan maupun hari-hari libur, Anda juga bisa menjumpai habitat burung Maleo. Ini burung khas Sulawesi. Tubuhnya unik seperti ayam. Maleo juga memiliki perilaku menarik, yaitu menanam telur di dalam pasir. Pesona wisata kendari.

Ada juga satu tempat menarik yang bisa dikunjungi di sini, yaitu Gua Golo Oti. Dalam bahasa setempat, Tolo ati berarti arus kering. Di dalamnya terdapat makam tokoh bernama Lasamana. Sebagian Warga Tanjung Taipa masih menganggap makam ini sebagai makam keramat.

Menikmati Wisata Pantai Tanjung Taipa

Pesona Wisata kendari Keindahan Pantai Taipa
Pesona Wisata kendari Keindahan Pantai Taipa

Pesona wisata kendari. Pantai Tanjung Taipa terletak kurang lebih 65 Km sebelah Utara Kodya Kendari di Kecamatan Lasolo, Kabupaten Kendari Sulawesi Tenggara. Pantai ini memiliki daya tarik tersendiri seperti terdapatnya burung maleo yang merupakan ciri khas Sulawesi Tenggara, Gua Golo Oti yang artinya ‘Arus Kering’, kuburan keramat Tokoh Taipa bernama Lasamana, serta tempat yang cocok untuk memancing.

Ada beberapa keistimewaan yang dimiliki Pantai Tanjung Taipa. Selain pasir putih dan pemandangan luas Laut Banda yang menawan, di sekitar pantai ini juga sering dijumpai aktivitas Burung Maleo. Burung endemik Sulawesi bertingkah unik ini akan menemani Anda menghabiskan hari di Pantai Tanjung Taipa.

Pantai ini terkenal dengan beraneka jenis mangga yang bisa Anda nikmati bila berkunjung ke Pantai Tanjung Taipa ini. Beragam jenis manga bisa Anda dapatkan di pantai ini mulai dari mangga harum manis, golek, hiku atau mangga macan. Itulah kenapa pantai ini dinamai dengan Taipa yang dalam bahasa setempat berarti mangga. Pesona wisata kendari.

Bukan hanya pesona wisata mangganya yang memikat, Pantai Tanjung Taipa juga mempunyai pemandangan yang indah dan memikat hati para pengunjung yang datang ke tempat ini. Pantai Tanjung Taipa yang landai membuat Anda bisa berenang atau sekedar bermain air. Pantai ini juga ramai dengan kepiting yang berlari-larian di bibir pantai. Ada juga ikan yang berwarna hitam bergaris putih yang akan menemani Anda berenang.

Pesona Wisata Kendari Gua kelelawar Di Tepian Pantai Taipa
Pesona Wisata Kendari Gua kelelawar Di Tepian Pantai Taipa

Di pantai ini juga terdapat tebing dan bukit yang bisa didaki oleh Anda yang mempunyai jiwa petualangan. Di perjalanan menuju puncak bukit Anda bisa menemukan Gua Kelelawar. Dari atas bukit Anda bisa melihat pemandangan pantai yang menakjubkan, bukan hanya Pantai Tanjung Taipa yang terlihat namun juga panta-pantai lain di sekitarnya. Pesona wisata.

Bukan hanya itu yang menarik dari Pantai Tanjung Taipa, pantai ini juga sering disinggahi oleh burung Maleo. Burung Maleo adalah salah satu burung endemik yang langka. Pengalaman menyaksikan para burung Maleo yang sedang bertelur dan mengubur telur mereka di bawah pasir tentu akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan untuk Anda. Pesona wisata kendari.

Menyaksikan Burung Maleo Bertelur

Taman Nasional Bogani juga menjadi salah satu habitat burung maleo. Saat sedang tidak betelur atau mencari makan, burung maleo berlindung di atas pohon, tempat favorit bagi maleo untuk berteduh. Burung maleo hidup endemik di Pulau Sulawesi atau tidak ada di tempat lain. Pesona wisata kendari.

Walau tergolong unggas, maleo menghabiskan waktunya di daratan. Populasi burung itu di Sulawesi diperkirakan sekitar 4000-7000 ekor saja. Maleo di Sulawesi telah mengalami penurunan populasi sekitar 90 persen sejak tahun 1950. Maleo tergolong burung yang hidup tidak berkelompok. Hidup maleo unik, ke mana-mana burung itu selalu berdua dengan pasangan sehidup-sematinya. Maleo hidup secara monogami.

Pesona Wisata Kendari Menikmati Maleo di Pantai Taipan
Pesona Wisata Kendari Menikmati Maleo di Pantai Taipan

Pesona wisata kendari. Keberadaan maleo penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Jagawana dan polisi hutan pun mencatat setiap adanya pertemuan dengan maleo. Setiap catatan ini menggambarkan grafik persebarannya. Satwa langka itu terancam punah akibat perburuan manusia untuk mendapatkan telur dan dagingnya. Karena polisi hutan berupaya menjaga kelestarian hidup maleo.

Lokasi taman nasional itu dekat dengan gunung vulkanik. Adanya sumber panas tersebut membuat maleo mendiami daerah itu. Tidak semua tempat di Sulawesi di datangi maleo. Maleo suka melakukan peneluran di areal hutan. Lubang-lubang peneluran banyak terdapat di daerah yang sama, dengan suhu panas yang sesuai untuk pengeraman telur. Maleo senang berada di sekitar hutan pantai gunung berapi dan daerah pasir terbuka. Pesona wisata kendari.

Pesona Wisata Kendari Burung Maleo
Pesona Wisata Kendari Burung Maleo

Burung maleo, salah satu dari 22 jenis burung dari Suku Mega Podiidae. Asal-usul maleo atau senkawor dalam bahasa Sulawesi belum jelas. Sebuah penelitian menyebutkan maleo berasal dari Australia. Namun, ternyata burung ini hanya di temukan di beberapa wilayah di Sulawesi.

Gerak-gerik dan bentuk tubuh maleo mirip dengan burung kasuari. Maleo merupakan burung dengan ukuran sedang. Panjangnya sekitar 55 sentimeter. Sang betina berukuran lebih kecil. Ciri utama dari maleo adalah mahkota jambul di bagian kepala. Pesona wisata kendari. Mahkota yang berukuran sedikit lebih kecil dari bola pingpong menjadi penanda khusus keunikan burung ini.

Peneliti menduga, fungsi mahkota itu semacam alat pendeteksi panas di areal habitat dan peneluran. Sebagai burung penggali tanah, maleo memiliki kaki dengan selaput yang berfungsi sebagai pengeruk. Di alam terbuka, maleo memakan biji-bijian seperti melinjo, semut, dan serangga kecil. Daya jelajah maleo di perkirakan sekitar puluhan kilometer. Sebagian besar hidupnya di darat.

Pesona wisata kendari. Sayap burung maleo sangat berperan saat hewan tersebut berpindah-pindah, beristirahat, dan berlindung dari incaran predator. Maleo adalah burung yang pasif dalam mencari makan. Kebanyakan maleo memakan buah dan biji-bijian yang jatuh di tanah. Bagian kepala yang sedikit lebih kecil berfungsi memudahkan maleo untuk bersembunyi di tanah.

Curah hujan yang sedang, sekitar dua ribu milimeter per tahun, membuat areal Taman Bogani memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Jagawana selain melakukan pengamatan juga mengecek telur-telur yang telah ditetaskan maleo. Telur maleo yang telah diketahui langsung diambil dan dimasukkan ke dalam tempat penetasan.

Pesona Wisata Kendari Telur Burung Maleo
Pesona Wisata Kendari Telur Burung Maleo

Telur maleo lima sampai delapan kali lipat telur ayam. Jagawana mengukur panjang dan diameter telur maleo demi kepentingan penelitian. Telor maleo lebih besar dari ayam karena memiliki nutrisi yang lebih dibanding unggas biasa. Berat telur bisa mencapai 280 gram. Namun hanya sekitar 60 persen telur maleo menetas dan hidup. Pesona wisata kendari.

Anak maleo yang akan dilepaskan di ukur untuk mengetahui kenormalan tubuhnya. Organ tubuh anak maleo tidak beda dengan yang telah dewasa. Anak maleo sangat unik. Setelah menetas, anak maleo akan bertahan hidup sendiri. Oleh sebab itu, meski masih kecil, anak maleo sudah bisa terbang. Hal ini berbeda dengan anak burung pada umumnya. Anak maleo akan menetas setelah 60 hari. Anak maleo juga berusaha sendiri lepas dari cangkangnya. Keberadaan maleo sebagai penanda keutuhan ekosistem sangat berarti bagi kehidupan di masa depan. Pesona wisata kendari.

Pesona wisata. Tepian Pantai Tanjung Taipa dipenuhi oleh deretan nyiur yang berjejer. Di antara pohon nyiur ada tempat peristirahatan atau gazebo yang bisa Anda manfaatkan. Sembari menikmati pesona pantai Anda bisa juga menikmati makanan khas Pantai Tanjung Taipa yaitu gogos. Gogos adalah nasi ketan hangat yang berbentuk daun pisang dan dibakar. Nasi khas ini bisa Anda nikmati bersama sate pokea atau sate kerang yang siap menggoyang lidah Anda.

Akses Pantai Tanjung Taipa

Perjalanan ke Pantai Tanjung Taipa dari Kota Kendari hanya memakan waktu 1,5 jam saja. Jalan masuk ke lokasi obyek terletak dekat jalan poros Kendari-Kolaka yang merupakan jalan darat utama menuju Kota Makassar.

Jalan ke arah obyek wisata ini terasa naik turun. Namun tak perlu khawatir, kondisi jalan sudah sangat baik hingga di pintu gerbang. Setelah melalui perjalanan, rasa lelah Anda akan segera terobati oleh keindahan Pantai Tanjung Taipa. Pesona wisata kendari.

Baca artikel menarik lainnya di:

Sumber: www.wikipedia.org, http://www.kendarikota.go.id/, Buku “Info Pariwisata Nusantara”

Pesona Wisata Kendari, Wisata Pantai, Pesona Pantai Tanjumg Taipa, Wisata Indonesia, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Kendari, Wisata Gua kelelawar, Wisata Burung Maleo, Wisata Bukit, Pesona Wisata

 

 

About PesonaWisata

Check Also

Wonderful Indonesia Kepulauan Banggai

Wonderful Indonesia di Toli-toli

Wonderful Indonesia di Toli-toli Wonderful Indonesia Di kabupaten tolitoli, sejumlah wisata alam juga menjadi daya ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *