Pesona Wisata Ende Keindahan Kelimutu

Pesona Wisata Danau Triwarna Kelimutu

Pesona Wisata Ende Keindahan Kelimutu

Pesona wisata Ende juga menjadi sentral kerajinan tenun ikat yang memiliki gaya tersendiri dan pada umumnya memiliki motif- motif abstrak. Salah satu desa penghasil tenun ikat adalah Ndona yang berada 8 Km di Timur Ende yang dapat dicapai dengan menumpang angkutan umum dari Ende.

Kawasan Pasar Ende yang berada di depan laut juga menarik untuk dikunjungi masyarakat untuk membeli buah- buahan, makanan, teh, dan pakaian. Tempat penjualan kain tenun ikat dari Flores dan Sumba dapat ditemui di pesona wisata pasar ikat di sudut Jl Pabean dan Jl Pasar.

Pesona Wisata Keindahan Bukit di Kabupaten Ende

Pesona Wisata Gunung Kelimutu
Pesona Wisata Gunung Kelimutu

Bumi Kabupaten Ende yang berbukit- bukit menyimpan keindahan yang luar biasa. Disinilah terdapat pesona wisata gunung Kelimutu, di kawasan Taman Nasional Kelimutu.

Terdapat pula danau Kelimutu atau disebut juga dengan Danau Tiga Warna. Bahkan danau ini oleh dunia disebut sebagai salah satu dari sembilan keajaiban dunia. Awal mulanya daerah ini diketemukan oleh Van Such Telen, warga Negara Belanda, tahun 1915.

Keindahannya dikenal luas setelah Y. Bouman melukiskan pesona wisata Kelimutu dalam tulisannya tahun 1992. Sejak saat itu wisatawan asing mulai berdatangan dan menikmati danau yang dikenal angker bagi masyarakat setempat. Mereka yang datang bukan hanya pecinta keindahan, tetapi juga para peneliti yang ingin tahu kejadian alam yang amat langka itu.

Penetapan Kelimutu Sebagai Kawasan Konservasi Alam Nasional

Pesona Wisata Danau Triwarna Kelimutu
Pesona Wisata Danau Triwarna Kelimutu

Kawasan Kelimutu telah ditetapkan menjadi kawasan konservasi alam nasional sejak 26 Februari 1992. Pesona wisata Gunung Kelimutu adalah gunung yang memiliki tinggi 1.640 meter di atas permukaan laut, memiliki tiga buah kepundan di puncaknya disebut Danau Kelimutu.

BACA JUGA :  Pesona Wisata Alam Sumba Keindahan Alam yang Mempesona

Ketiga danau Kelimutu ini memiliki warna air yang berbeda- beda dan berubah tiap saat. Dari warna merah menjadi hijau tua kemudian merah hati. Kadang menjadi warna coklat kehitaman dan biru.

Pesona wisata Gunung Kelimutu meletus terakhir pada 1886 dan meninggalkan tiga kawah berbentuk danau yang airnya berbentuk warna merah (tiwu ata polo), biru ( tiwu ko’o fai nuwa muri) dan putih (tiwu ata bupu). Ketiga warna ini mulai berubah sejak 1969 saat meletusnya Gunung Iya di Ende, dan perubahan warna itu pernah serupa.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, danau dengan air warna merah merupakan tempat berkumpulnya arwah orang jahat. Danau biru untuk para pemuda- pemudi dan danau putih untuk para orang tua. Para arwah diyakini akan bermukim di ketiga kawah danau itu sesuai status sosialnya. Pesona wisata.

Panorama Indah Ketika Hendak Menuju Kelimutu

Pesona Wisata Pemandangan yang Dapat Dijumpai Menuju Danau Kelimutu
Pesona Wisata Pemandangan yang Dapat Dijumpai Menuju Danau Kelimutu

Dalam perjalanan menuju pesona wisata Kelimutu, wisatawan bisa menikmati pemandangan flora dan fauna yang jarang dijumpai di tempat lain seperti cemara gunung, kayu merah, edelweiss, landak, babi utan, tikus besar, dan burung gerugiwa. Pemandangan menakjubkan juga bisa dilihat seperti kegiatan solfatara yang terus mengepulkan uap dan dinding kawah yang berwarna kuning. Bila dilemparkan pandangan bagian timur saat mencapai puncak danau berwarna merah, sebuah bukit terlihat menjulang berbentuk bundar. Itulah Buu Ria, lokasi paling tinggi di Gunung Kelimutu.

Rute Alternatif Menuju Obyek Wisata Kelimutu

Obyek wisata Kelimutu sangat mudah dijangkau dan sedikitnya ada empat alternatif rute perjalanan ke Taman Nasional ini menuju Kelimutu dapat ditempuh melalui Moni, Flores, melalui Labuan Bajo dan melalui Maumere. Dari Maumere melewati pantai utara pulau Flores, yang terkenal dengan pantai pasir putihnya dan alam lautnya. Alternatif lainnya dari Maumere ke Wolowaru.

BACA JUGA :  Pesona Wisata Kupang Pantai Lasiana
Pesona Wisata Rumah Bung Karno
Pesona Wisata Rumah Bung Karno

Desa- desa tradisional dengan rumah adat, bangunan megalitik, kerajinan tenun, tarian tradisional dan peninggalan purbakala seperti di Mbuli Lo’o, Ranggase, Jopu, Tenda, Wolojita, Wiwipemo, Nuamulu, Ngela, dan Lisedetu. Setelah puas menikmati keindahan panorama pesona wisata Danau Kelimutu, wisatawan bisa singgah di rumah bekas pengasingan proklamator RI Soekarno di jantung Kota Ende. Di sini tersimpan barang- barang milik Bung Karno ketika menjalani masa pengasingan selama 4 tahun di Ende, itu tampaknya seperti layaknya pemukiman penduduk karena kontruksinya menyerupai pemukiman disampingnya.

Hal yang membedakannya adalah suatu papan nama yang bertuliskan “ Situs bekas rumah pengasingan Bung Karno di Ende” yang terpampang di halaman depan. Di rumah berukuran 12 x 9 meter ini, mantan presiden RI Soekarno ( Bung Karno ) menjalani masa pengasingan oleh colonial belanda selama empat tahun ( 1934- 1938 ). Pesona wisata.

Sekilas Tentang Pengasingan Mantan Presiden RI Soekarno di Ende

Bung Karno di asingkan sejak 14 Januari 1934 bersama istrinya, Inggit Ganarsih, mertuanya, Ibu Amsih dan anak angkatnya, Ratna Juami, serta guru anak angkatnya Asmara Hadi. Dalam berbagai catatan yang mengupas tentang masa pengasinan Bung Karno di Ende, Pulau Flores, NTT, salah satu yang paling diminati masyarakat adalah buku berjudul “Bung Karno, Ilham dari Flores Nusantara”.

Pesona wisata. Buku ini menceritakan perenungan Bung Karno disebuah pohon sukun bercabang lima yang melahirkan gagasan lima butir Pancasila. Kelima butir Pancasila secara resmi diumumkan Bung Karno pada 1 Juni 1945 di depan sidang Dokoritsu Zyumbi Tyoosakai. Rumah Soekarno dan pohon sukun menjadi dua saksi sejarah yang berada di jantung Kota Ende yang tetap dipelihara dengan baik sampai sekarang. Pesona wisata.

Pesona Wisata Jejak Rumah Bungkarno
Pesona Wisata Jejak Rumah Bungkarno
Kota Ende, Dokoritsu Zyumbi Tyoosakai, Inggit Ganarsih, Danau Kelimutu, Bung Karno, Pasar Ende, Flores, Kota Flores, NTT, Nusa Tenggara Timur.

Similar Posts:

    None Found
BACA JUGA :  Pesona Wisata Kupang Pulau Kera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.