Pesona Wisata Daerah Istimewa Yogyakarta

Pesona Wisata Yogyakarta Yogya adalah simbol perlawanan terhadap penjajah

Pesona Wisata Daerah Istimewa Yogyakarta

Pesona Wisata Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki luas sekitar 3.186 Km2 dan dikenal sebagai tujuan wisata kedua setelah Bali. Berbagai jenis obyek wisata dikembangkan di wilayah ini, seperti wisata alam, wisata sejarah, wis’ta budaya, wisata pendidikan termasuk wisata pedesaan.

Pesona Wisata Peta Daerah Istimewa Yogyakarta
Pesona Wisata Peta Daerah Istimewa Yogyakarta

Sebutan kota perjuangan untuk kota ini berkenaan dengan peran Yogyakarta dalam konstelasi perjuangan bangsa Indonesia pada jaman kolonial Belanda, jaman penjajahan Jepang, maupun pada jaman perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Antara awal tahun 1946 sampai akhir tahun 1949, selama lebih kurang empat tahun, Pesona Wisata Yogyakarta menjadi Ibukota Negara RI. Pada masa itu para pimpinan bangsa Indonesia berkumpul di kota perjuangan ini.
Seperti layaknya sebuah ibukota, Pesona Wisata Yogya memikat kedatangan para kaum remaja dari seluruh penjuru tanah air yang ingin berpartisipasi dalam mengisi pembangunan negara yang baru saja medeka. Namun untuk dapat membangun suatu negara diperlukan tenaga-tenaga ahli, terdidik dan telatih untuk itulah yang melatar belakangin pemerintah RI mendirikan Universitas yang kita kenal dengan nama Universitas Gajah Mada, universitas Negeri pertama yang lahir pada masa kemerdekaan.

 

Pesona Wisata Yogyakarta Universitas Gajah Mada
Pesona Wisata Yogyakarta Universitas Gajah Mada

Selanjutnya diikuti dengan berdirinya akademi di bidang kesenian (Akademi Seni Rupa Indonesia dan Akademi Musik Indonesia), serta sekolah tinggi di bidang Agama Islam (Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri dan selanjutnya menjadi IAIN Sunan Kalijaga). Pesona Wisata Pada waktu itu bediri lembaga-lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta sehingga hampir tidak ada cabang ilmu pengetahuan yang tidak diajarkan di kota ini.
Hal ini menjadikan kota Yogya tumbuh menjadi kota pelajar dan pusat pendidikan. Dulu, sarana mobilitas paling populer di kalangan pelajar, mahasiswa, karyawan, pegawai, pedagang dan masyarakat umum pada adalah sepeda sehingga Pesona Wisata Yogya juga pernah dikenal sebagai kota sepeda yang kini sudah digantikan menjadi sepeda motor.

 

Pesona Wsiata Yogyakarta Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat
Pesona Wsiata Yogyakarta Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Yogyakarta pernah menjadi pusat kerajaan, baik Kerajaan Mataram (Islam), Kesultanan Pesona Wisata Yogyakarta maupun Kadipaten Pakualaman. Sebutan kota kebudayaan untuk kota ini berkaitan erat dengan peninggalan-peninggalan budaya bernilai tinggi semasa kerajaan-kerajaan tersebut yang sampai kini masih tetap lestari. Sebutan ini juga berkaitan dengan banyaknya pusat-pusat seni dan budaya. Sebutan kata Mataram yang banyak digunakan sekarang ini, tidak lain adalah sebuah kebanggaan atas kejayaan Kerajaan Mataram.
Menurut sejarahnya Kesultanan Yogyakarta merupakan pecahan dari kerajaan Mataram yang pernah mencapai masa kejayaan dibawah pimpinan Sultan Agung (1613-1645). Namun intrik politik yang terjadi di dalam lingkungan kerajaan telah mengakibatkan terpecahnya kerajaan Mataram. Dalam pertengahan pertama abad ke-18 Mataram sampai tiga kali mengalami peperangan perebutan takhta yang akhirnya mengakibatkan terpecahnya kerajaan yang sudah sangat menciut wilayahnya karena digerogoti Belanda menjadi Kerajaan Surakarta yang diperintah Pakubuwono III dan Kerajaan Pesona Wisata Yogyakarta dipimpin Hamengkubuwono I, sebagaimana perjanjian Gianti tahun 1755. Dua tahun kemudian daerah Surakarta dibagi lagi antara Pakubuwono III dan Mangkunegoro I.

BACA JUGA :  Pesona Wisata, Masjid Istiqlal
Pesona Wisata Yogyakarta Candi Borobudur
Pesona Wisata Yogyakarta Candi Borobudur

Yogyakarta dibangun oleh Pangeran Mangkubumi pada tahun 1755 dimana ia mendirikan Kraton Yogyakarta menyusul perselisihannya mengenai pembagian wilayah dengan saudara laki-lakinya Susuhunan Surakarta. Pesona Wisata Dia kemudian mengangkat dirinya sebagai sultan dengan gelar Hamengkubuwono yang berarti ‘alam semesta berada di pangkuan raja.Pada abad ke 17, Sultan Hamengkubuwono mampu menjadikan kerajaan yang dipimpinnya berkembang pesat sehingga menjadi sangat kuat.

Namun puteranya ternyata kurang memiliki kecakapan sehingga pada masa pemerintahan kolonial, keraton Yogyakarta pernah dibekukan, Hamengkubuwono II diasingkan dan sebuah wilayah kerajaan yang lebih kecil yang diberi nama Paku Alam didirikan didalam wilayah kesultanan Yogya. Bagi orang Jawa, Pesona Wisata Yogya adalah simbol perlawanan terhadap penjajah. Perang Jawa yang dipimpin Pangeran Diponegoro menentang Belanda (1825-1830) berlangsung di sekitar Yogyakarta. Pada masa revolusi kemerdekaan, Yogyakarta juga menjadi pusat perlawanan terhadap kaum kolonial. Ketika Belanda kembali ke Indonesia, sebagian wilayah kraton kemudian diubah menjadi Universitas Gajah Mada yang dibuka pada tahun 1946.

Pesona Wisata Yogyakarta Yogya adalah simbol perlawanan terhadap penjajah
Pesona Wisata Yogyakarta Yogya adalah simbol perlawanan terhadap penjajah

Ketika Belanda menduduki Yogya pada tahun 1948, Sultan melakukan perlawanan dengan mengurung diri di dalam kraton menolak bertemu dengan penguasa Belanda, namun diam-diam ia tetap menerima para pejuang kemerdekaan di kratonnya dan menjadi penghubung antara Pesona Wisata Yogya dan pihak pejuang yang melakukan perang gerilya di luar kota. Belanda tidak berani menindak Sultan karena takut dengan kemarahan jutaan orang Jawa yang menghormatinya. Sementara itu Sultan mengijinkan para pejuang Indonesia menggunakan kraton sebagai markas perjuangan, jasa besar sultan ini menjadikan pemerintah Indonesia kemudian setelah kemerdekaan -menganugerahkan status Daerah Istimewa kepada Yogyakarta.

 

Sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta

Antara tahun 1568 – 1586 di pulau Jawa bagian tengah, berdiri Kerajaan Pajang yang diperintah oleh Sultan Hadiwijaya, di mana semasa mudanya beliau terkenal dengan nama Jaka Tingkir. Pesona Wisata Dalam pertikaian dengan Adipati dari J i pang yang bernama Arya Penangsang, beliau berhasil mucul sebagai pemenang atas bantuan dari beberapa orang panglima perangnya, antara lain Ki Ageng Pemanahan dan putera kandungnya yang bernama Bagus Sutawijaya, seorang Hangabehi yang bertempat tinggal di sebelah utara pasar dan oleh karenanya beliau mendapat sebutan : Ngabehi Loring Pasar.

BACA JUGA :  Pesona Wisata Banten Tanjung Lesung

 

Pesona Wsiata Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono VIII menerima kunjungan kehormatan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Bijleveld di Keraton Yogyakarta, sekitar tahun 1937.
Pesona Wsiata Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono VIII menerima kunjungan kehormatan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Bijleveld di Keraton Yogyakarta, sekitar tahun 1937.

Sebagai balas jasa kepada Ki Ageng Pemanahan dan puteranya itu, Sultan Pajang kemudian memberikan anugerah sebidang daerah yang disebut Bumi Menataok, yang masih berupa hutan belantara, dan kemudian dibangun mejadi sebuah “tanah perdikan”. Pesona Wisata Sesurut Kerajaan Pajang. Bagus Sutawijaya yang juga menjadi putra angkat Sultan Pajang, kemudian mendirikan Kerajaan Mataram di atas Bumi Mentaok dan mengakat diri sebagai Raja dengan gelar Panembahan Senopati. Salah seorang putera beliau dari perkawinannya dengan Retno Dumilah, putri Adipati Madiun, memerintah Kerajaan Mataram sebagai Raja Ketiga, dan bergelar Sultan Agung Hanyokrokusumo.

Beliau adalah seorang patriot sejati dan terkenal dengan perjuangan beliau merebut kota Batavia, yang sekarang disebut Jakarta, dari kekuasaan VOC, suatu organisasi dagang Belanda. Waktu terus berjalan dan peristiwa silih berganti. Pada permulaan abad ke-18, Kerajaan Mataram diperintah oleh Sri Sunan Paku Buwono ke 11. Setelah beliau mangkat, terjadilah pertikaian keluarga, antara salah seorang putra beliau dengan salah seorang adik beliau, yang merupakan pula hasil hasutan dari penjajah Belanda yang berkuasa saat itu. Pesona Wisata Petikaian itu dapat diselesaikan dengan baik melalui Perjanjian Ginyanti, yang terjadi pada tahun 1755, yang isi pokoknya adalah Palihan Nagari, artinya pembagian Kerajaan menjadi dua.

Pesona Wisata Yogyakarta Kerajaan Surakarta Hadiningrat
Pesona Wisata Yogyakarta Kerajaan Surakarta Hadiningrat

Yakni Kerajaan Surakata Hadiningrat dibawah pemerintah putera Sunan Paku Buwono ke-III, dan Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat dibawah pemerintahan adik kandung Sri Sunan Paku Buwono ke-tl yang kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono l. Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat ini kemudian lazim disebut sebagai Pesona Wisata Yogyakarta dan sering disingkat menjadi Jogja.

Pada tahun 1813, Sri Suitan Hamengku Buwono 1, menyerahkan sebagian dari wilayah Kerajaannya yang terletak di sebelah Barat sungai Progo, kepada salah seorang puteranya yang bernama Pangeran Notokusumo untuk memerintah di daerah itu secara bebas, dengan kedaulatan yang penuh. Pangeran Notokusumo selanjutnya bergelar sebagai Sri Paku Alam I, sedang daerah kekuasaan beliau disebut Adikarto. Pesona Wisata Setelah Proklamasi Kemerdekaan Rt, beliau menyatakan sepenuhnya berdiri di belakang Nlgara Republik Indonesia, sebagai bagian dari negara persatuan Republik Indonesia, yang selanjutnya bersatatus Daerah Istimewa Yogyakarta.

BACA JUGA :  Lawang Sewu, Pesona Wisata Semarang

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Kawasan kraton adalah kompleks bangunan yang dikelilingi tembok yang dulunya merupakan pusat dari kota Yogya tua. Istana sultan Yogya terletak di tengah kompleks ini. Kawasan kraton ini menjadi semacam kota di dalam kota dimana wisatawan dapat mengunjungi Taman sari. Pasar Ngasem, dan sejumlah galeri batik. Pesona Wisata Kraton Yogyakarta berdiri megah menghadap ke arah utara dengan halaman depan berupa alun-alun utara yang pada masa lalu dipergunakan sebagai tempat mengumpulkan rakyat, tempat latihan para prajurit dan tempat menyelenggarakan upacara-upacara adat.

Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat
Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Pada sebelah selatan alun-alun utara, terdapat serambi depan istana yang lazim disebut Pagelaran. Ditempat ini Sri Suitan, Kerabat Istana dan para pejabat pemerintahan Kraton menyaksikan latihan prajurit atau upacara adat yang diselenggarakan di alun-alun utara. Pesona Wisata Dihaiaman lebih dalam yang dataran tanahnya dibuat tinggi sehingga disebut dengan Siti Hinggil, terdapat balairung istana yang disebut bangsal Manguntur Tangkii.

Ditempat ini para wisatawan dapat menyaksikan persidangan pemerintahan Kraton, dimana Sri Suitan bersemayam di singgasana memimpin pemerintahan dikelilingi pejabat istana yang diperagakan oleh boneka-boneka lengkap dengan pakaian kebesaran Kraton merupakan sumber pancaran seni budaya Jawa yang dapat di saksikan melalui keindahan arsitektur dengan ornamen-ornamennya yang sangat mempesona. Setiap hari, Kraton terbuka kunjungan wisatawan muiai pukul 7.30 hingga pukul 13.00. kecuali pada hari Juma’t Kraton hanya buka sampai dengan pukul 12.00 WIB.Pesona Wisata.

Pesona Wisata Indonesia, Pesona Wisata, Pesona Indonesia, Wisata Indonesia, Indonesia Wisata, Pariwisata Indonesia, Indonesia Pariwisata, wisata di Indonesia, jasa pariwisata Indonesia, Pesona Wisata Yogyakarta.

Similar Posts:

    None Found