Sunday , November 19 2017
Home / Wisata Sumatra / Pesona Bengkulu / Pesona Wisata Bengkulu Benteng Marlborough

Pesona Wisata Bengkulu Benteng Marlborough

Pesona Wisata Bengkulu Benteng Marlborough

Pesona Wisata Benteng Marlborough
Pesona Wisata Benteng Marlborough

Pesona Wisata Bengkulu. Benteng Marlborough (Inggris:Fort Marlborough) adalah benteng peninggalan Inggris di kota Bengkulu. Benteng ini didirikan oleh East India Company (EIC) tahun 1713-1719 di bawah pimpinan gubernur Joseph Callet sebagai benteng pertahanan Inggris. Konon, benteng ini merupakan benteng terkuat Inggris di wilayah Timur setelah benteng St. George di Madras, India. Benteng ini didirikan di atas bukit buatan, menghadap ke arah kota Bengkulu dan memunggungi samudera Hindia. Benteng ini pernah dibakar oleh rakyat Bengkulu; sehingga penghuninya terpaksa mengungsi ke Madras. Mereka kemudian kembali tahun 1724 setelah diadakan perjanjian. Tahun 1793, serangan kembali dilancarkan. Pada insiden ini seorang opsir Inggris, Robert Hamilton, tewas. Dan kemudian pada tahun 1807, residen Thomas Parr juga tewas. Keduanya diperingati dengan pendirian monumen-monumen di kota Bengkulu oleh pemerintah Inggris.

Marlborough Sebagai Benteng Peninggalan Inggris

Pesona Wisata Benteng Marlborough
Pesona Wisata Benteng Marlborough

Setelah lebih kurang 140 tahun Pemerintah Inggris berada di Bengkulu, mereka banyak meninggalkan “warisan” peninggalan bersejarah. Salah satunya adalah kawasan pesona wisata Benteng Marlborough ini. Benteng Marlborough merupakan bangunan kokoh peninggalan Inggris yang dibangun pada 1713 hingga 1719 pada masa kepemimpinan Gubernur Joseph Collet. Nama salah satu kawasan pesona wisata bengkulu ini menggunakan nama seorang bangsawan dan pahlawan Inggris, yaitu John Churchil, Duke of Marlborough I. Benteng ini tergolong terbesar di kawasan Asia. Peninggalan sejarah ini memiliki daya tarik yang besar karena kelangkaannya.

Benteng Marlborough Sebagai Benteng Pertahanan

Pesona Wisata Benteng Marlborough
Pesona Wisata Benteng Marlborough

Marlborough masih berfungsi sebagai benteng pertahanan hingga masa Hindia-Belanda tahun 1825-1942, Jepang tahun 1942-1945, dan pada perang kemerdekaan Indonesia. Sejak Jepang kalah hingga tahun 1948, benteng itu manjadi markas Polri. Namun, pada tahun 1949-1950, benteng Marlborough diduduki kembali oleh Belanda. Setelah Belanda pergi tahun 1950, benteng Marlborough menjadi markas TNI-AD. Hingga tahun 1977, benteng ini diserahkan kepada Depdikbud untuk dipugar dan dijadikan bangunan cagar budaya.

Pesona Wisata Pantai Tapak Paderi

Benteng ini dulunya merupakan pusat pemerintahan kolonial Inggris yang menguasai Propinsi Bengkulu selama lebih kurang 140 tahun (1685-1825).Sehingga benteng ini pun masih memiliki bentuk yang sesuai dengan desain asli bangunan abad ke-17. Sungguh pesona wisata yang satu ini merupakan daya tarik yang jarang ditemukan di tempat lain. Dan situs kawasan pesona wisata Bengkulu ini berada dalam satu kawasan dengan objek wisata alam pantai, yaitu Pantai Tapak Paderi. Sehingga memberikan perpaduan objek wisata alam dan budaya. Kelengkapan kawasan ini sebagai objek wisata menjadi potensi besar untuk dapat menjadi objek wisata unggulan bagi Kota Bengkulu.

Fungsi Strategis Benteng Marlborough Bengkulu

Pesona Wisata Benteng Marlborough
Pesona Wisata Benteng Marlborough

Pesona Wisata Benteng Marlborough sejak mulai dibangun telah memegang fungsi strategis di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan. Potensi kesejarahan yang demikian merupakan komoditi penelitian yang menarik. Potensi ini memiliki nilai yang besar dalam memperkaya kajian keilmuan. John Bastin dalam bukunya yang berjudul: The British in West Sumatera (1685-1825) A Selection Documents with An Introduction. Kuala Lumpur: University of Malaya Press, 1965., banyak memberikan informasi tentang kejadian-kejadian di sekitar kawasan pesona wisata Bengkulu ini.

SFR ( Sumatra Factory Record ) di Benteng Madgrlborough

Bahkan yang lebih menarik adalah digunakannya dokumen-dokumen resmi dari pemerintah Inggris yang berpusat di kawasan pesona wisata Benteng Malborough, termasuk dokumen yang disebut SFR (Sumatera Factory Record). Seperti salah satu informasi dari John Bastin yang menarik bahwa pesona wisata benteng ini  pernah ditinggalkan oleh pemerintah Inggris selama hampir lima tahun, yaitu pada 1719-1724. Tentu saja ini menarik untuk diketahui lebih lanjut, tentang siapa yang menguasai Benteng Marlborough selama tahun 1719-1724, dan apa yang sebenarnya terjadi selama lima tahun tersebut.

Pesona Wisata Marlborough sebagai Benteng Kolonial Inggris di Bengkulu

Pesona Wisata Benteng Marlborough
Pesona Wisata Benteng Marlborough

Benteng Marlborough merupakan benteng terbesar yang dibangun oleh kolonial Inggris di Asia Tenggara dan terletak di pusat kota Bengkulu yang menghadap ke laut. Benteng Marlborouh berukuran 240 x 170 meter dan berbentuk persegi. Meskipun terlihat mengesankan, Benteng Marlborough hanya di gunakan dua kali yaitu pada masa pemberontakan oleh orang Indonesia (1719) dan oleh Perancis tahun 1760. Pasukan Inggris datang ke Bengkulu (Bengcoolen sebutan orang Inggris) pada tahun 1685 dan mendirikan pos perdagangan lada. Hampir dua puluh tahun kemudian pada tahun 1713, pada masa kepemimpinan gubernur Yusuf Callet, mereka melakukan pembangunan benteng yang selesai sekitar enam tahun.

Kegiatan Ekonomi Inggris Di Bengkulu

Pesona Wisata Benteng Marlborough
Pesona Wisata Benteng Marlborough

Inggris melakukan kegiatan ekonomi di Bengkulu dengan bisnis Perdagangan lada karena kurangnya lada di tanah sekitar. Inggris bersikeras untuk tinggal dan bertahan di Bengkulu selama 100 tahun 1825 meskipun di bawah perjanjian Anglo-Belanda 1824, Bengkulu dipindahkan ke Belanda. Presiden Soekarno kemudian diinterogasi oleh Belanda selama beberapa jam di salah satu sel setelah penangkapannya pada tahun 1929. Belanda meninggalkan Bengkulu setelah Perang Dunia Kedua dan kemudian polisi Indonesia menggunakan benteng ini, setelah merdeka.

Pemerintahan Thomas Stamford Raffles di Zaman Pertahanan Fort Marlborough

Pesona Wisata Benteng Marlborough
Pesona Wisata Benteng Marlborough

Pada masa pemerintahan Thomas Stamford Raffles pada 1818-1824 Bengkulu menjadi terkenal. Pada 1825 Inggris yang menguasai Bengkulu melakukan tukar menukar dengan Belanda yang menguasai Malaysia dan Singapura.Belanda selanjutnya menempati benteng Malborough sampai perang dunia II yang pada akhirnya semua wilayah Sumatera diduduki tentara Jepang sampai Jepang menyerah kalah pada 1945. Setelah kemerdekaan RI tahun 1945 benteng tersebut digunakan oleh TNI dan polisi sampai tahun 1970. Setelah kemerdekaan RI Bengkulu merupakan salah satu Keresidenan di Provinsi Sumatera Selatan, baru pada tahun 1968 Bengkulu terwujud menjadi Provinsi yang berdiri sendiri dan lepas dari Provinsi Sumatera Selatan.

Fasilitas Yang di tawarkan Di Fort Marlborough

Apa saja yang ditawarkan kepada pengunjung objek wisata ini? Para pengunjung dapat melihat kebesaran kekuatan penjajah kolonial di masanya dengan bangunan benteng yang besar dan masih terjaga kelengkapannya ini. Kemudian menikmati panorama laut dari salah satu sisi benteng yang memang indah di sore hari, untuk penginapan para wisatawan tidak perlu susah-susah lagi, karena terdapat hotel dan penginapan di radius maksimal 1 km dari benteng ini. Benteng Marlborough direnovasi besar- besaran pada tahun 1977 yang kemudian menjadikannya sebuah museum sekaligus warisan sejarah untuk kota Bengkulu.

Mari kunjungi tempat- tempat menarik lainnya di

Pesona Wisata Bengkulu, Wisata Bengkulu, Pesona Wisata Budaya Bengkulu, Sejarah Bengkulu, Daerah Istimewa Bengkulu, Pesona Wisata Indah Bengkulu, Pariwisata Bengkulu, Pesona Wisata Kota Bengkulu, Daerah Bengkulu, Pesona Wisata Sejarah Bengkulu.

About PesonaWisata

Check Also

Pesona Wisata Bengkulu Utara

Pesona Wisata Bengkulu Utara Pesona wisata. Di wilayah Bengkulu Utara terdapat jalur jalan menyusuri pantai ...

2 comments

  1. terima kasih sudah berbagi, Saya sangat antusias apa yang di ulas dalam artikel ini. saya merasakan yang begitu besar setela membaca beberapa artikel di blog ini. Terima Kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *