Pesona Wisata Banten Pulau Burung

Pesona Wisata Banten Pulau Burung

Pesona Wisata Banten Pulau Burung

Pesona Wisata Banten Pulau Burung

Pesona wisata. Daya tarik utama kawasan ini adalah keindahan alam laut berupa gugus karang, berbagai jenis ikan laut, dan tentu saja berbagai jenis burung. Luas kawasan ini sekitar 30 ha. Setiap tahun antara bulan April, dan Agustus, pulau ini dikunjungi oleh beribu-ribu burung dari 60 jenis yang berasal dari berbagai negara. Sekitar empat puluh ribu burung-burung tersebut terbang dari Benua Australia, Asia, dan Afrika.

Pulau Dua bisa dicapai dengan perahu tradisional atau perahu motor; atau dengan berjalan kaki dalam waktu 15 s.d. 30 menit melalui daerah pertambakan di Desa Sawah Luhur, Kasemen. Memang, akibat sedimentasi selama puluhan tahun, pulau ini telah menyatu dengan daratan Jawa.

Keindahan Cagar Alam Pulau Burung

Pesona Wisata Banten Keindahan Pulau Burung

Pesona Wisata Banten Keindahan Pulau Burung

Banten sebenarnya juga telah mendunia karena memiliki “harta karun” berupa kekayaan alam yang bernilai tinggi ditinjau dari sudut pelestarian alam. Taman Nasional Ujung Kulon telah lama dikenal sebagai kawasan konservasi penting di dunia yang mendukung kehidupan Badak bercula satu. Bahkan kawasan ini telah diakui sebagai Cagar Biosfir Dunia. Disamping Taman Nasional Ujung Kulon, sebenarnya terdapat sebuah “harta karun” lain yang juga telah mendunia, akan tetapi belum dikelola dengan maksimal. Kawasan tersebut adalah Cagar Alam Pulau Dua. Untuk melihat lebih jauh “harta karun” tersebut, penulis beberkan potensi dari Cagar Alam Pulau Dua.

Lokasi Cagar Alam Pulau Dua

Pesona wisata. Cagar Alam Pulau Dua terletak kira-kira 10 km dari kota Serang atau kurang dari 5 km dari Pelabuhan Karang Hantu, yang oleh para pedagang Belanda dan Portugis tempo doeloe disebut sebagai “The Gateway to Java“. Pelabuhan ini merupakan jalan masuk penjajah Belanda dan Portugis untuk menancapkan kukunya di Pulau Jawa 400 tahunan yang lalu.

Meskipun namanya Pulau Dua, pada kondisi sekarang kawasan ini sebenarnya bukan merupakan pulau lagi. Karena terjadinya pelumpuran di sebelah selatan, pulau yang dipisahkan oleh selat sepanjang 500 meter ini kemudian tersambung dengan Pulau Jawa.

Menelisik Sejarah Pulau Dua

Jika dirunut kebelakang, sejarah Pulau Dua dimulai pada dekade awal abad ini. Pada masa itu, penduduk setempat telah mengetahui Pulau Dua (yang masih benar-benar pulau) sebagai lokasi dimana banyak burung yang bertelur dan membesarkan anak-anaknya. Rupanya, cerita “ribut-ribut” antara pembuat keputusan dan masyarakat mengenai penggunaan sumber daya alam juga sudah ada pada jaman itu. Meskipun sudah ada peraturan yang mengatur masalah perlindungan alam (Natuurmonumenten Ordonantie), masyarakat setempat masih ingin turut menikmati telur-telur burung air sebagai tambahan protein. Pesona wisata.

Pesona Wisata Banten Pulau Dua Atau Pulau Burung Di Banten

Pesona Wisata Banten Pulau Dua Atau Pulau Burung Di Banten

Untuk mengatasi terus berlangsungnya pengambilan telur, pada tahun 1936 suatu organisasi perkumpulan pencinta alam Hindia Belanda mengusulkan Pulau Dua sebagai kawasan perlindungan burung liar. Karena adanya usulan, desakan dan lobi yang intensif, pada tahun 1937 Pemerintah Pusat di Batavia kemudian menetapkan Pulau Dua sebagai kawasan. Hal ini berarti tidak memperbolehkan adanya kegiatan manusia di dalam kawasan , kecuali untuk kegiatan penelitian. Empat puluh tahun kemudian (1977), Pemda Kabupaten Serang menegaskan kembali status Pulau Dua sebagai Kawasan Pelestarian Alam.

Seperti diceritakan dimuka pesona wisata, pelumpuran di selat yang memisahkan Pulau Dua dan Pulau Jawa kemudian menghasilkan tanah timbul yang sebagian diantaranya kemudian ditumbuhi oleh komunitas mangrove baru, yaitu Avicennia marina, bersambung dengan komunitas mangrove lama yang didominasi oleh Rhizopora apiculata. Sementara itu, sebagian tanah timbul lainnya dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tambak. Karena telah bersatu, usaha-usaha untuk meningkatkan perlindungan burung air di dalamnya dirasa sangat diperlukan, dan, syukurnya, kemudian ditanggapi dengan dikeluarkannya SK Menteri Kehutanan tahun 1984 yang menyatakan penambahan luas areal Cagar Alam dari 8 hektar menjadi 30 hektar, termasuk komunitas Avicennia marina yang baru.

Akses Menuju Objek Wisata Pulau Manuk

Pesona Wisata Banten Pulau Burung

Pesona Wisata Banten Pulau Burung

Untuk menuju pesona wisata Objek Wisata Pulau Burung atau Pulau Manuk ini, Anda harus menempuh perjalanan sekitar 90 kilometer lebih dari kota Jakarta menuju Serang Banten. Yang kemudian dilanjutkan dengan menggunakan angkutan umum pedesaan menuju desa Kasemen dan menempuh jarak sekitar 20 kilometer. Terhitung untuk sampai di desa kasemen kita akan menghabiskan waktu sekitar kurang lebih 6 jam untuk sampai. Dari Kasemen inilah, untuk sampai dilokasi wisata Cagar Alam Pulau Burung kita dapat berjalan kaki melalui kota Banten Lama atau menggunakan jasa penyebrangan dengan perahu yang membutuhkan waktu sekitar 30 menit melalui daerah Sawah Luhur, Kasemen.

Bagi Anda yang ingin bermalam di Objek Wisata Pulau Manuk Serang, disarankan untuk bermalam di Pulau Umang. Disini ada berbagai jenis penginapan dipulau yang diperkirakan hanya memiliki luas sekitar 5 hektar tersebut, mulai dari cottage hingga hotel ataupun resort yang menawarkan banyak fasilitas yang memadai. Selain itu terdapat pula beberapa restaurant untuk menemani anda berwisata kuliner, serta berbagai fasilitas olahraga air. Jadi, Anda dapat menjadikan Pulau Umang sebagai lokasi wisata untuk bersantai setelah berkunjung dan menikmati pesona Cagar Alam Pulau Burung atau Pulau Manuk.

Pulau Burung Banten, Rumah 1000 Jenis Burung

Pesona Wisata Banten Pulau Burung

Pesona Wisata Banten Pulau Burung

Pesona wisata. Pulau Burung Kaseman Banten memiliki daya tarik yang unik dibandingkan dengan obyek wisata lainnya. Keunikan itu tidaklah lain dan tidak bukan adalah berbagai jenis burung yang ada di pulau ini, keindahan alam bawah laut yang mempesona, gugusan karang yang indah, dan berbagai macam jenis ikan laut. Luas Pulau Burung sekitar 30 hektar, dimana setiap bulan april dan agustus pulau ini akan didatangi sekitar 1.000 jenis burung. Yang dimana 60 dari jenis burung itu adalah dari negara lain. Pada bulan tersebut juga tempat wisata Pulau Burung Kaseman Banten ini akan sangat ramai dikunjungi para wisatawan baik asing maupun lokal. Karena di waktu tersebut, kita mempunyai kesempatan untuk menikmati alam di Pulau Burung Kaseman Banten ini, sambil mempelajari dan melihat beraneka ragam jenis burung.

Surga Bagi Pecinta Burung

Pulau Dua, surga bagi pencinta burung ini mempunyai ekosistem tumbuhan tropis. Pesisirnya didominasi oleh vegetasi mangrove dan beberapa tumbuhan lain, seperti pohon dadap, ketapang, kepuh, dan cangkring. Meskipun Pulau Dua merupakan surga bagi pecinta burung. Ternyata ada juga beberapa hewan lain yang menghuni pulau ini, seperti kucing hutan, biawak, dan ular piton sanca.

Pulau Dua ini juga dijadikan sebagai tempat penelitian ilmiah, rekreasi, dan juga tempat mencari foto bagi para pecinta alam, khususnya pecinta burung. Burung-burung yang datang ke Pulau Dua biasanya datang untuk menghindari cuaca dingin yang sedang terjadi di daerahnya. Biasanya, di Pulau Dua inilah burung-burung itu berkembang biak sebelum akhirnya kembali lagi ke tempat asal mereka. Pesona wisata.

Karena memiliki ekosistem yang penting dan juga menjadi tempat kegiatan burung-burung yang bermigrasi, maka Pulau Dua itu ditetapkan menjadi sebuah cagar alam berdasarkan surat pemerintah sejak tahun 1937.

Ayo kunjungi artikel lainnya!

Sumber:  hhtp://wikipedia.org,  http://disbudpar.bantenprov.go.id/,  Buku “Informasi Pariwisata Nusantara”.

Pesona Wisata Pulau Burung, Pulau Burung, Kota Banten, Pulau Burung Banten, Pantai Banten yang Indah, Wisata Belitung, Pesona Belitung, Pulau Burung Belitung, Tanjung Bunga, Kawasan Pasir Putih.

 

 

Bunga, Kawasan Pasir Putih.

You can download all 25 of Pesona Wisata Banten Pulau Burung image to your device by right clicking picture and then save image as. Do not forget to click share if you interest with this photo. Tags: