Wednesday , May 24 2017
Home / Wisata Sumatra / Pesona Aceh / Pesona Wisata Aceh di Kerkhoff Peucut dan Taman Sari Cunongan

Pesona Wisata Aceh di Kerkhoff Peucut dan Taman Sari Cunongan

Pesona Wisata Aceh di Kerkhoff Peucut dan Taman Sari Cunongan

Pesona Wisata Aceh. Di Kota Banda Aceh, beberapa obyek wisata yang biasa dikunjungi wisatawan adalah Kherkhoff Peucut, sebuah komplek kuburan serdadu Belanda yang gugur dalam peperangan melawan rakyat Aceh. Komplek makam yang berukuran 150 x 200 meter ini berlokasi di jalan Teuku Umar, disamping Biang Padang, Banda Aceh. Makam ini merupakan salah satu bukti nyata kepahlawanan rakyat Aceh dalam mempertahankan daerahnya dari penjajahan Belanda, sejak Belanda mencoba menginjakkan kakinya di Aceh dalam penyerangan pertama pada bulan Maret 1873.

Pesona Wisata Aceh-Kolam Taman-Sari-Gunongan Dikeliling Kolam
Pesona Wisata Aceh-Kolam Taman-Sari-Gunongan Dikeliling Kolam

Kherkhoff dibangun pada tahun 1880. Di dalam komplek ini terdapat lebih kurang 2200 kuburan serdadu Belanda berasal dari Jawa, Ambon, Belanda/Eropa, mulai dari pangkat prajurit sampai Jenderal. Seluruh nama-nama prajurit Belanda yang dimakamkan tercantum pada pintu gerbang dan pada batu nisan. Di Kherkhof ini dimakamkan Jenderal JHR Kohler yang gugur ditembak oleh pasukan Aceh di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Pada mulanya Kohler dimakamkan di Tanah Abang Jakarta, tetapi sejak tanggal 19 Mei 1978 makam tersebut dipindahkan ke komplek Kherkhoff ini. Selain Jenderal Kohler juga dimakamkan Jenderal Van Der Heyden, Jenderal PEL, dan Jenderal Van Aken.

Pesona Wisata Aceh: Taman Sari Cunongan

Pesona Wisata Aceh-Kolam Taman-Sari-Gunongan Masa Dulu
Pesona Wisata Aceh-Kolam Taman-Sari-Gunongan Masa Dulu

Bersebelahan dengan kuburan Kerkhoff terdapat salah satu peninggalan kerajaan kesultanan Iskandar Muda yaitu Cunongan sebagai tempat rekreasi anggota keluarga kerajaan pada masa itu. Arsitektur Cunongan dan tamannya memiliki keunikan dan ciri khas menarik. Brakel (1975) melukiskan dalam “Bustan, Cunongan ini dikenal sebagai gegunungan dari kata Melayu gunung dengan menambahkan akhiran ‘an’ yang melahirkan arti “bangunan seperti gunung” atau “simbol gunung”. Jadi Cunongan adalah simbol gunung yang merupakan bagian dari taman-taman istana Kesultanan Aceh. Lama-kelamaan kata Cunongan berubah menjadi Gunongan.

Gunongan adalah bagian dari suatu kompleks yang lebih luas, yaitu Taman Ghairah, yang merupakan bagian dari taman istana. Di kompleks ini sekarang hanya tersisa empat buah bangunan: Gunongan itu sendiri: leusong (lesung batu) terletak di kaki Gunongan, agak di bagian Tenggara; kandang, sebuah bangunan empat persegi di bagian utara di arah timur laut sepanjang sungai Krueng Daroy; dan Pinto Khop adalah sebuah pintu gerbang berbentuk kubah yang dulunya menghadap istana dan menghubungkan taman dengan alun-alun istana. Hanya anggota keluarga istana kerajaan yang diizinkan melewati pintu gerbang ini.

Adapun detail 6 dari bagian dari Taman Sari Gunongan itu adalah :

  1. _c0c864c7c0d23b1eb52d5072b115ac25_

    Gunongan berdiri dengan tinggi 9,5 meter, menggambarkan sebuah bunga yang dibangun dalam tiga tingkat. Tingkat pertama terletak di atas tanah dan tingkat tertinggi bermahkota sebuah tiang berdiri di pusat bangunan. Keseluruhan bentuk Gunongan adalah oktagonal (bersegi delapan). Serambi selatan merupakan lorong masuk yang pendek, tertutup pintu gerbang yang penyangganya sampai ke dalam gunung.

  2. _e012f8529fe64fdd8f80ef255d5e8974_

    Penterana Batu Berukir berupa kursi bulat berbentuk kelopak bunga yang sedang mekar dengan lubang cekung di bagian tengah. Kursi batu ini berdiameter lm dengan arah hadap ke utara dengan tinggi 50 cm. Sekeliling peterana batu berukir berhiaskan arabesque berbentuk motif jaring atau jala. Peterana batu berukir berfungsi sebagai tahta tempat penobatan sultan. Belum diketahui dengan pasti nama-nama sultan yang pernah dinobatkan di atas peterana batu berukir tersebut. Bustanus as Salatin menyebutkan ada dua buah batu peterana, yaitu peterana batu berukir (kembang lela masyhadi) dan peterana batu warna nilam (kembang seroja). Namun yang masih dapat disaksikan hingga saat ini adalah peterana batu berukir kembang lela masyhadi yang terletak bersebelahan dengan gunongan dan berada di sisi sungai.

  3. _7fbe3f86ac6c5d326aefbe8fd3c9bcfe_

    Kandang Baginda merupakan sebuah lokasi pemakaman keluarga sultan Kerajaan Aceh, di antaranya makam Sultan Iskandar Tsani (1636-1641) sebagai menantu Sultan Iskandar Muda (1607-1636) dan istri Sultanah Tajul Alam (1641-1670). Bangunan kandang berupa teras dengan tinggi 2 m dikelilingi oleh tembok dengan ketebalan 45 cm dan lebar 18 m. Bangunan ini dibuat dari bahan bata berspesi kapur serta berdenah persegi empat dengan pintu masuk di sisi selatan. Areal pemakam terletak di tengah lahan yang

Konon, lahan yang ditinggikan pernah dilindungi oleh satu bangunan pelindung. Pagar keliling kandang mempunyai profil berbentuk tempat sirih dengan tinggi 4 m. Pagar ini diperindah dengan beragam ukiran berbentuk nakas, selimpat (segi empat?), temboga (seperti hiasan tembaga?). Mega arak-arakan (awan mendung), dan dewamala (hiasan serumpun bunga dengan kelopak yang runcing dan bintang yang merupakan hiasan pada kolom tembok keliling berupa arabesque berbentuk pola suluran mengikuti bentuk segi empat. Mega arak-arakan yaitu hiasan arabesque berupa awan mendung yang dibentuk dari suluran sebagai hiasan sudut pada bingkai dinding.

Dewamala merupakan hiasan yang berbentuk menara-menara kecil berjumlah dua belas buah di atas tembok keliling terutama bagian sudut, berbentuk bunga dengan kelopak daunnya yang runcing menguncup. Menurut sumber, bangunan ini dibuat oleh orang Turki atas perintah sultan.

  1. _9c46165feb15a6a182b2a775807e1908_

    Medan Khairani merupakan sebuah padang luas di sisi barat Taman Ghairah yang pernah dihiasi dengan pasir dan kerikil yang dikenal dengan nama sebutan kersik batu pelinggam. Sebagian besar lahannya kini digunakan sebagai Kerkoff, kompleks makam Belanda yang juga disebut Pocut. Kompleks makam ini digunakan untuk menguburkan prajurit Belanda yang gugur dalam Perang Aceh (1873-1902). Balai merupakan bangunan yang banyak dibangun di dalam Taman Ghairah.

Dalam Bustan as Salatin diuraikan mengenai lima unit balai dengan halaman pada tiap-tiap balai beserta teknik pembangunan dan kelengkapan ragam hiasnya. Balai merupakan bangunan panggung terbuka yang dibangun dari kayu dengan fungsi yang berbeda-beda. Balai-balai tersebut antara lain Balai Kambang tempat peristirahatan. Balai Gading tempat kenduri dilaksanakan, Balai Rekaan Cina tempat peristirahatan yang dibangun oleh ahli bangunan dari Cina, balai keemasan tempat peristirahatan yang dilengkapi dengan pagar keliling dari pasir, dan Balai Kembang Caya. Namun, dari balai-balai yang disebutkan tersebut tidak satu pun yang tersisa.

  1. _6643cff3cfb37cef97824cc14ea97372_

    Pinto Khop (Pintu Biram Indrabangsa) secara bebas dapat diartikan sebagai pintu mutiara keindraan atau kedewaan/raja-raja. Di dalam Bustan as Salatin disebut dengan Dewala. Gerbang ini dikenal pula dengan sebutan Pinto Khop, merupakan pintu penghubung antara istana dengan Taman Ghairah. Pintu ini berukuran panjang 2 m, lebar 2 m dan tinggi 3 m. Pintu Khop ini terletak pada sebuah lembah sungai Darul lsyki. Dugaan sementara, tempat ini merupakan tebing yang disebutkan dalam Bustan as Salatin dan bersebelahan dengan sungai tersebut. Selamat menikmati pesona wisata Taman Gunongan Aceh. Pesona wisata.

 

Pesona Wisata Aceh di Kerkhoff Peucut, makam belanda kerkhoff peucut, makam belanda peucut, pesona wisata Taman Sari Cunongan, Taman wisata Ghairah, pesena wisata cunongan, pesona wisata gunongan, taman cunongan

About PesonaWisata

Check Also

Pesona Wisata Bengkulu Utara

Pesona Wisata Bengkulu Utara Pesona wisata. Di wilayah Bengkulu Utara terdapat jalur jalan menyusuri pantai ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *