Breaking News

Pasar Barang Bekas Bandung yang Tetap Diburu Karena Murah Meriah

Pasar barang bekas Bandung. Jual beli barang bekas. Terima barang bekas, atau sederet kalimat promosi lain sering kita jumpai di beberapa pasar barang bekas atau pasar loak. Begitu pun di bandung. Anda tidak perlu merasa gengsi masuk ke pasar dan tempat-tempat penjualan barang bekas. Biarpun namanya barang bekas, tetapi barangnya sendiri belum tentu merupakan barang rongsokan. Barang-barang itu tidak sama dengan barang-barang yang dijual tukang-tukang loak yang menggelar dagangannya di pinggir jalan.

Pasar Loak di Bandung (Semua Ilmu Ada Disini)

Dimana saja pasar barang bekas di Bandung?

Inilah 10 lokasi pasar dan tempat penjualan barang-barang bekas di Bandung.

 

  • Pasar Barang Bekas Seba Ada: Babe, Basek Old n New, dan Teruna
  • Pasar Buku Dan Majalah Bekas
  • Pasar Loak Cihapit
  • Pasar Sepatu Bekas Dari Terate
  • Pasar Mebel Bekas
  • Pasar Pakaian Bekas Cimol
  • Pasar Perlengkapan Outbond Jatayu
  • Pasar Kaset Bekas Dan Lawas
  • Pasar Rongsokan Astanaanyar
  • Pasar Velg Dan Suku Cadang Mobil
Pasar Barang Bekas di Bandung (YouTube.com)
Pasar Barang Bekas di Bandung (YouTube.com)

Setelah krisis ekonomi tahun 1997, penjualan barang bekas menjadi fenomena tersendiri dan selalu diburu. Karena tempat penjualannya menempati bangunan khusus, bahkan ada yang dilengkapi dengan ruangan sejuk, maka calon pembelinya bukan hanya berasal dari kota Bandung. Di antara mereka terdapat calon pembeli yang berasal dari Jakarta atau kota-kota lainnya yang sedang berkunjung ke kota Bandung. Apalagi yang dinamakan barang bekas sangat boleh jadi hanya namanya saja. Barang- barang itu tidak mustahil masih baru atau baru pertama kali dipakai pemiliknya, namun kemudian dititipkan pada penjualnya. Karena itu, jika mata pengunjungnya cukup jeli, ia bisa memperoleh barang-barang bermerek dengan harga miring.

Namun, karena namanya juga barang bekas, pembeli harus cermat. Pertama, kita harus mengenal betul barang yang akan dibeli, terutama menyangkut kondisinya. Yang kedua, kita harus mengetahui harga barang tersebut dalam kondisi baru. Karena itu, untuk tidak mengecewakan konsumennya, kasir atau petugasnya selalu mengingatkan kondisi barang tersebut sebelum melakukan transaksi.

 

Pasar Barang Bekas Seba Ada Bandung

Pasar Barang Bekas Seba Ada- Babe Basek Old n New dan Teruna (Bisnis Jabar)
Pasar Barang Bekas Seba Ada- Babe Basek Old n New dan Teruna (Bisnis Jabar)

Tempat penjualan barang bekas yang satu ini tidak terbatas pada satu jenis barang. Segalanya tersedia. Dari yang namanya barang-barang elektronik, jam tangan, jam dinding, tustel, hiasan, lukisan, pakaian, sampai kusen pintu, dan barang lainnya ada di sini. Untuk keperluan olah raga, tersedia pula perlengkapannya seperti sepeda gunung, raket tenis dan bulutangkis, stik dan tas golf, sampai pada peralatan memancing.

Barang-barang itu semuanya merupakan titipan. Pemilik barang, entah karena sudah bosan atau sudah tidak memakai barang-barang itu lagi atau pula memang karena butuh uang dengan menitipkan barangnya secara konsinyasi. Pemilik barang dikenakan biaya administrasi dalam jangka waktu tertentu. Jika barangnya terjual, maka ia dikenakan semacam fee.

Tempat-tempat penjualan barang bekas seperti ini sempat memeriahkan suasana perdagangan di kota Bandung dengan bermunculannya pendatang-pendatang baru. Tetapi, sejalan dengan waktu, satu per satu tempat penjualan barang bekas tersebut kemudian berguguran.

Beberapa tempat penjualan barang bekas yang masih bertahan antara lain:

  • (1) Rangkas atau Barang Bekas di Jalan Karapitan.
  • (2) Babe (Barang Bekas) di Jalan Karapitan dan Jalan RE Matadinata (Riau).
  • (3) Barang Second (Basec) Jalan Karapitan.
  • (4) Old and New di Jalan RE Martadinata.
  • (5) Teruna di Jalan Oto Iskandar di Nata.

 

Pasar Buku Dan Majalah Bekas Bandung

Pasar Buku Dan Majalah Bekas Bandung (bisniskota.com)
Pasar Buku Dan Majalah Bekas Bandung (bisniskota.com)

Berbeda dengan barang bekas lainnya, buku dan majalah bekas tidak selamanya berhagra murah. Harga buku dan majalah bekas bisa berkali lipat jika merupakan buku atau majalah tua. Bahkan makin tua, harganya makin tinggi. Di mata para kolektor, harga sebuah buku tua bisa sama harganya dengan harga sebuah sepeda motor baru, atau bahkan lebih tinggi lagi. Demi pengetahuan, harga seringkali diabaikan.

Awalnya tempat – tempat penjualan buku dan majalah tersebut hanya terpusat di Jalan Cikapundung. Meski sempat dibersihkan pada tahun 1980-an, karena kegiatannya dianggap mengganggu keindahan kota, para pedagang buku dan majalah bekas tetap memilih tempat itu hingga sekarang. Para pembelinya pun terbatas pada kalangan tertentu. Jika bukan kolektor, mereka pasti dosen, mahasiswa, atau bahkan tidak jarang dari peneliti asing yang berkunjung ke sana.

Tempat-tempat penjualan buku dan majalah bekas antara lain terdapat di:

  • (1) Jalan Cikapundung.
  • (2) Pasar Palasari di Jalan Palasari.
  • (3) Pasar Cihaurgeulis di Jalan KH Mustapa (Suci).
  • (4) di simpang tiga Jalan Dewi Sartika dengan Jalan Kautamaan Istri.

 

Pasar Loak Cihapit Bandung

Pasar Loak Cihapit Bandung (Katalog Tempat Wisata & Liburan)
Pasar Loak Cihapit Bandung (Katalog Tempat Wisata & Liburan)

Biarpun pasar loak sering dijuluki pasar “sampah”, tapi jangan sebut begitu jika sudah berkeliling ke Pasar Loak Ciapit. Para pedangan barang bekas di pasar ini pada mulanya hanya mengisi trotoar Jalan Ciapit. Akan tetapi, dalam pertumbuhan selanjutnya menyebar ke jalan di dekatnya seperti ujung barat Jalan Brantas dan Jalan Cibeunying Selatan. Bahkan sepanjang trotoar Jalan Cibeunying Utara sudah dipenuhi pedangan tape mobil dan suku cadang sepeda motor dan barang-barang lainnya. Hal ini membuat pasar Loak Ciapit berbeda dengan pasar lainnya.

Ketika pertama kali dibangun pada zaman penjajahan Belanda, Cihapit merupakan pasar biasa. Daerah tersebut dibangun pada tahun 1920-an untuk memenuhi kebutuhan perumahan orang-orang Belanda dari golongan rendah. Namun, setelah pasar tersebut dipindahkan, trotoar sepanjang jalan itu kemudian diisi oleh para pedagang barang bekas seperti pakaian, alat olah raga, sepatu, bahkan sampai kaset/CD, piringan hitam dan barang-barang tua lainnya yang menjadi buruan para kolektor.

Karena Cihapit berada di daerah perumahan yang dibangun pada zaman penjajahan Belanda, maka tidak jarang Pasar Loak Cihapit menjadi tempat berburu para kolektor. Seoarng kolektor buku antik merasa beruntung karena menemukan buku tahun 1898. Kolektor lainnya menemukan dudukan antik hanya dengan harga Rp 50.000. Ada pula yang menemukan dua keping piringan hitam pesinden Sunda legendaris Hj. Upit Sarimanah hanya dengan Rp 20.000.

 

Pasar Sepatu Bekas Dari Terate di Bandung

Pasar Sepatu Bekas Dari Terate di Badnung (Infobdg.com)
Pasar Sepatu Bekas Dari Terate di Badnung (Infobdg.com)

Tahun 2000, para pedagang sepatu bekas masih menempati ujung Jalan Malabar. Tetapi, setelah itu mereka dipindahkan ke Jalan Terate. Namun, tempat lama mereka kemudian diisi para pedagang pakaian dan perlengkapan di lapangan dengan bahan kain warna hijau dan loreng.

Pasar loak di Jalan Terate termasuk pasar sepatu bekas paling besar di kota Bandung. Di tempat ini dijual berbagai jenis dan model sepatu, dari sepatu kanvas, sepatu bot, sepatu sepak bola, sepatu golf dengan berbagai merek dan corak. Karena para pedagang tersebut merawatnya dengan apik, maka calon pembeli seringkali mengalami kesulitas membedakan apakah sepatu yang menarik perhatiannya merupakan barang bekas atau masih baru.

“Untuk membedakan, lihat saja alas paling bawah,” saran salah seorang pedagang. Jika kembang-kembangnya masih utuh, sepatu tersebut masih baru atau paling tidak belum lama digunakan pemiliknya.

 

Pasar Barang Mebel Bekas Bandung

Pasar Mebel Bekas Bandung (Serba Bandung)
Pasar Mebel Bekas Bandung (Serba Bandung)

Sudut Jalan Malabar dan Jalan Samoja sejak lama dikenal sebagai tempat penjualan mebel bekas, baik kursi, meja, atau lemari untuk keperluan rumah maupun perlengkapan kantor. Di daerah ini terdapat tidak kurang dari 15 toko, namun tidak semuanya berjualan mebel bekas dan perlengkapan kantor seperti lemari dan lainnya. Sebagian lagi ada yang mengkhususkan diri berjualan lemari etalase rangka alumunium.

Mebel dan perlengkapan kantor tersebut umumnya diperolah dengan dua cara. Pertama membeli langsung dari pemiliknya atau melalui lelang dari hotel atau kantor. Yang kedua, ada pula yang pemberian dari pemiliknya karena biaya perbaikan mebel tersebut lebih mahal dari harga barangnya. Di tangan para pedagang itu, mebel bekas itu diperbaiki, dicat atau difurnitur lagi sehingga akan tampak bagus. Tidak sedikit mebel yang dijual di sana terbuat dari kayu jati.

 

Pasar Pakaian Bekas Cimol Bandung

Pasar Pakaian Bekas Cimol Bandung (Tribunnews.com)
Pasar Pakaian Bekas Cimol Bandung (Tribunnews.com)

Istilah Cimol pada awalnya berasal dari akronim Cibadak Mall, sentra pertama tempat penjualan pakaian bekas di Jalan Cibadak. Jalan itu sebelumnya merupakan pusat penjualan eceran dan grosir berbagai jenis barang yang sudah berkembang selama puluhan tahun. Meskipun pernah hendak dipindahkan, Cimol tetap menjadi tempat penjualan pakaian bekas paling besar di kota Bandung. Bahkan di tempat ini bisa ditemukan pula berbagai jenis barang lainnya seperti sepatu bekas, tas bekas, dan aksesori bekas lainnya seperti ikat pinggang dan dasi.

Perdagangan pakaian bekas di kota Bandung mencapai puncaknya setelah tahun 1997. Daya beli masyarakat merosot karena resesi ekonomi. Akan tetapi, keinginan memiliki barang-barang-barang yang berasal dari luar tetap tidak bisa dibendung. Pakaian bekas dari Hongkong, Jepang, dan Malaysia yang dikirim melalui Singapura menjadi buruan karena bahannya halus, modelnya tak ketinggalan zaman, namun harganya murah meriah. Karena itu, omzet penjualannya tidak bisa lagi dibilang kecil, terutama menjelang hari raya Idul Fitri atau Tahun Baru.

Nasib para pedagang pakaian bekas di Jalan CIbadak harus berpindah-pindah tempat. Mula-mula mereka menempati lahan di bekas terminal dalam dan luar kota, di Kebon Kalapa, yang diubah menjadi Pamol yang artinya Kebon Kalapa Mall. Kemudian, mereka pindah ke Tegallega Mall, sehingga muncul istilah Gamol. Selanjutnya, karena ada rencana tata kota, mereka harus memindahkan kegiatannya ke Pasar Induk Gedebage, daerah pinggiran kota Bandung sebelah timur. Namun, entah apa sebabnya, biarpun sudah berada jauh dari tempat semula, para pemburu pakaian bekas lebih senang menyebutnya CImol.

Pakaian bekas Cimol mampu menandingi factory outlet (FO), baik jenis maupun model dan bahannya. Bedanya yang satu sisa, yang satu lagi barang bekas. Karena merupakan barang bekas, maka harganya tak terkalahkan. Bayangkan saja, sebuah jas dari kain halus hanya dijual Rp 30.000. Sebuah jaket diobral dengan harga hanya Rp 10.000. Jika ingin keren, dasi sutera hanya Rp 2.500. Tidak mudah menemukan pakaian semurah itu kecuali di Cimol.

Karena harganya sangat murah, ke mana pun tempat penjualan pakaian bekas tersebut pindah selalu diburu. Selain di Pasar Induk Gedebage, sentra penjualan lainnya terdapat di Jalan Kiaracondong, tidak jauh dari jembatan layang. Dua-duanya menamakan “Cimol”

 

Pasar Perlengkapan Outbond Jatayu Bandung

Pasar Perlengkapan Outbond Jatayu Bandung (Komunitas Aleut)
Pasar Perlengkapan Outbond Jatayu Bandung (Komunitas Aleut)

Pasar barang bekas Jatayu pernah sangat populer sampai tahun 2000-an. Di tempat ini, para penggemar olah raga gunung dan pecinta alam bisa memenuhi kebutuhannya. Berbagai jenis pakaian seragam dan perlangkapn yang berbau militer bisa dijumpai di sini. Selain di tempat ini, pakaian seragam dan perlengkapan yang berbau militer terdapat pula di ujung utara Jalan Malabar, dan di depan Rumah Sakit Dustira, Cimahi.

Pasar barang bekas Jatayu terletak di Jalan Jatayu. Pasar ini telah berdiri sejak tahun 1950-an, pada awalnya merupakan tempat penjualan barang-barang rongsokan besi. Namun, kemudian berkembang menjadi berbagai peralatan bekas yang terbuat dari besi. Sejak tahun 2000-an, kegiatannya meluas menjadi tempat penjualan berbagai suku cadang dan perlengkapan sepeda motor.

 

Pasar Kaset Bekas Dan Lawas Bandung

Pasar Kaset Bekas Dan Lawas Bandung (AyoBandung.com)
Pasar Kaset Bekas Dan Lawas Bandung (AyoBandung.com)

Inilah tempat para pemburu lagu-lagu lawas dalam bentuk kaset, piringan hitam (PH) CD nya sudah tidak diproduksi lagi, atau bahkan tidak ada di toko-toko kaset. Di tempat mangkalnya para pedagang kaset lawas menjajakan dagangannya di trotoar jalan hanya dengan bermodalkan kotak kecil berisi susunan puluhan kaset bekas dengan tape sederhana. Namun, ada pula yang sengaja membuka konter khususnya layaknya sebuah toko. Kaset, PH, dan CD album lagu-lagu lawas yang dijual di sini berasal dari era tahun 1960 – 1970-an, mulai dari lagu-lagu sunda, rock, jazz, lagu melayu, sampai keroncong, dangdut, dan lagu-lagu daerah di Nusantara.

Di kota Bandung, terdapat sejumlah tempat yang menjual kaset bekas berisi lagu-lagu lawas dari yang dijajakan di trotoar sampai konter khusus seperti terdapat di (versi tahun 2011) (1) Jalan Dewi Sartika, (2) Kios di Jalan Astanaanyar dekat Lapang Tegallega, (3) Jalan Cipaganti, (4) Jalan Cihampelas, (5) Pasar Loak Cihapit, (6) Jalan Naripan, dan (7) Jalan RE Martadinata (Jalan Riau).

 

Pasar Rongsokan Astanaanyar Bandung

Pasar Rongsokan Astanaanyar Bandung (TempatWisata di Bandung)
Pasar Rongsokan Astanaanyar Bandung (TempatWisata di Bandung)

Pasar Loak Astanaanyar yang muncul sejak tahun 1997 merupakan pasar rongsokan terpanjang di kota Bandung. Layaknya para pedagang kaki lima, para pedagangnya bukan hanya menempati trotoar namun mengambil sebagian badan jalan untuk tempat berjualan.

Pasar loak di tempat ini bisa dibagi dalam tiga kategori. Separuh ruas jalan Astanaanyar bagian selatan diisi oleh para pedagang barang bekas peralatan rumah tangga dan barang rongsokan lainnya bekas kendaraan bermotor. Bagian utara jalan tersebut dan kemudian menyambung ke Jalan Ibu Inggit Garnasih (Jalan Ciateul) bagian barat ditempati para pedagang CD, peralatan listrik, peralatan rumah tangga, dan lainnya yang umumnya dalam keadaan baru. Sedangkan di ujung utara yang termasuk Jalan Pajagalan ditempati para pedagang suku cadang sepeda motor bekas.

Pasar Velg Dan Suku Cadang Mobil  Bandung

Pasar Velg Dan Suku Cadang Mobil Bandung (Viva)
Pasar Velg Dan Suku Cadang Mobil Bandung (Viva)

Jalan Banceuy selama ini bukan hanya terkenal sebagai tempat penjualan suku cadang mobil yang masih baru dari segala merek. Jalan tersebut sekaligus menjadi tempat jual-beli suku cadang mobil bekas. Para pemilik kendaraan roda empat yang ogah memasukkan kendaraannya ke bengkel, biasanya membawa ke jalan tersebut. Mereka membeli sendiri suku cadang tersebut, di tempat ini terdapat ratusan tenaga kerja yang siap membantu.

Ujung utara Jalan Banceuy merupakan simpang tiga dengan jalan Suniaraja. Ruas Jalan Suniaraja sebelah timur sampai simpang empat dengan Jalan Braga/ Jalan Lembong merupakan tempat jual-beli pelek kendaraan roda empat bekas dari segala ukuran dan model.

Bandung – A Home to Everyone | Wonderful Indonesia

 

Sumber:

Her Suganda

Wisata Parijs Van Java – Sejarah, Peradaban, Seni, Kuliner, Dan Belanja

Similar Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *