Pesona Tour Wisata Candi Barong Jogja

Pesona Tour Wisata Candi Barong Saat Senja

Pesona Tour Wisata Candi Barong Jogja

Pesona Tour Wisata Candi Barong
Pesona Tour Wisata Candi Barong

Tour. Candi Barong adalah candi bercorak Hindu yang terletak di tenggara Kompleks Ratu Boko, Prambanan, Sleman, tepatnya di atas bukit di Dusun Candisari, Desa Sambirejo, Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Candi ini diperkirakan dibangun pada sekitar abad ke-9 dan ke-10, sebagai peninggalan Kerajaan Medang periode Mataram.

Letak Candi Barong Jogja

Posisi candi berada di sisi tenggara kompleks Ratu Boko, agak di bawahnya namun masih dalam sistem perbukitan yang sama, perbukitan Batur Agung, pada ketinggian 199 m di atas permukaan laut. Di sisi barat daya, di bawah bukit, terletak suatu bangunan Buddhis. Pada posisi tenggara candi ini, berjarak sekitar 2 km, terletak cand Ijo. Selain itu, terdapat pula di sekitarnya situs-situs arca Ganesha, Candi Miri, Candi Dawangsari, dan Candi Sumberwatu.

Pintu Masuk Candi Barong

Pesona Tour Wisata Candi Barong
Pesona Tour Wisata Candi Barong

Kompleks candi ini memiliki pintu masuk di sebelah barat, lalu mengantar pada lahan berundak tiga. Teras pertama dan kedua sudah tidak ditemukan bangunan candi, meskipun terdapat sisa-sisa lantai atau umpak. Teras kedua merupakan area bukaan yang cukup luas. Sebelum memasuki teras tertinggi terdapat gerbang paduraksa kecil yang mengapit tangga naik.

Pada bagian teras tertinggi terdapat dua bangunan candi untuk pemujaan, diperkirakan kepada Dewa dan Dewi. Tour masing-masing candi ini mempunyai ukuran kira-kira 8,18 m × 8,18 m dengan tinggi 9,05 mm. Bangunan candi-candi utama ini tidak mempunyai pintu masuk, sehingga upacara pemujaan diperkirakan dilakukan di luar bangunan. Ketika ditemukan, candi ini telah runtuh.

Sekilas Tentang Pemugaran Candi Barong Jogja

Pemugaran dimulai 1987 dengan menyusun kembali dua candi utama. Pemugaran selesai 1992, dilanjutkan dengan pemugaran talud dan pagar. Selama pemugaran ditemukan arca Dewa Wisnu dan Dewi Sri. Berbeda dengan candi-candi lainnya di Jawa Tengah, Candi Barong merupakan bangunan punden berundak, yaitu model bangunan suci pada masa prahindu. Tour candi ini terdiri atas teras bersusun tiga, makin ke atas main sempit. Luas teras pertama adalah 90 x 63 m2, sedangkan teras kedua adalah 50 x 50 m2. Dilihat dari letak tangga naik dari teras ke terasnya, candi Hindu ini menghadap ke barat. Di pertengahan sisi barat terdapat tangga naik dari teras pertama ke teras kedua setinggi sekitar 4 m dengan lebar 3 m.

BACA JUGA :  Pesona Wisata Surabaya, Jembatan Suramadu
Pesona Tour Wisata Candi Barong
Pesona Tour Wisata Candi Barong

Arca Ganesha di Kawasan Candi Barong

Selain itu ditemukan satu arca Ganesha dan beberapa peripih kotak terbuat dari batu dan batu putih. Dalam salah satu peripih terdapat lembaran-lembaran perak dan emas bertulisan, namun tulisan itu sudah tak terbaca. Mendampingi peripih ditemukan pula sejumlah perlengkapan rumah, seperti mangkuk dll. Pemujaan terhadap Wisnu merupakan keistimewaan kompleks candi ini.

Candi Sebagai Bentuk Pemujaan Terhadap Dewa

Umumnya, candi-candi Jawa Tengah memuja Dewa atau bersifat Syiwaistis. Selain itu, dengan pusat pemujaan terletak paling timur juga tidak umum bagi candi-candi dari masa Medang, yang biasanya bangunan utamanya berada di pusat kompleks. Hanya Candi Ijo yang memiliki karakteristik sama. Struktur berundak ini dianggap sebagai ekspresi asli Indonesia. Corak sinkretik juga tampak dari pemujaan terhadap Dewi Sri. Tour Candi ini mendapatkan nama ‘barong’ karena bangunan utama candi memiliki hiasan pada setiap relung seperti umumnya candi di Jawa, yang mirip dengan Barong.

Pesona Tour Wisata Candi Barong Saat Senja
Pesona Tour Wisata Candi Barong Saat Senja

Dalam prasasti tersebut diceritakan tentang seorang raja bernama Sri Kumbaja atau Sri Kalasodbhava yang membangun tiga ‘lingga’, yaitu Krttiwasalingga dengan pendamping Dewi Sri, Triyarbakalingga dengan pendamping Dewi Suralaksmi, dan Haralingga dengan pendamping Dewi Mahalaksmi.

Diperkirakan bangunan yang dimaksud adalah Candi Barong. Tour dalam Prasasti Pereng (863 M), yang juga ditulis dalam bahasa Sansekerta dengan menggunakan huruf Jawa kuno, disebutkan bahwa pada tahun 784 Saka (860 M) Rakai Walaing Pu Kumbhayoni menganugerahkan sawah dan dua bukit di Tamwahurang untuk keperluan pemeliharaan bangunan suci Syiwa bernama Bhadraloka. Para ahli berpendapat bahwa Sri Kumbaja atau Sri Kalasodbhava adalah Pu Kumbhayani dan bangunan Syiwa yang dimaksud adalah Candi Barong.

Candi Barong Sebagai Peninggalan Agama Hindu di Dusun Candisari

Seperti yang telah dijelaskan bahwa Candi barong juga merupakan candi peninggalan agama Hindu yang terletak di Dusun Candisari, Bokoharjo, Prambanan. Disebut Candi Barong karena terdapat hiasan kala di relung tubuh candi yang tampak seperti Barong. Keberadaan Candi Barong yang juga bernama Candi Sari Suragedug disebutkan dalam Prasasti Ratu Baka (856 M) dalam bahasa Sansekerta dan ditulis menggunakan huruf Jawa kuno. Dalam prasasti tersebut diceritakan tentang seorang raja bernama Sri Kumbaja atau Sri Kalasodbhava yang membangun tiga ‘lingga’, yaitu Krttiwasalingga dengan pendamping Dewi Sri, Triyarbakalingga dengan pendamping Dewi Suralaksmi, dan Haralingga dengan pendamping Dewi Mahalaksmi. Diperkirakan bangunan yang dimaksud adalah Candi Barong.

BACA JUGA :  Pesona Wisata Palangkaraya, Tugu Khatulistiwa

Sekilas Tentang Prasasti Pereng Yang Berkaitan Dengan Candi Barong

Dalam Prasasti Pereng (863 M), yang juga ditulis dalam bahasa Sansekerta dengan menggunakan huruf Jawa kuno, disebutkan bahwa pada tahun 784 Saka (860 M) Rakai Walaing Pu Kumbhayoni menganugerahkan sawah dan dua bukit di Tamwahurang untuk keperluan pemeliharaan bangunan suci Syiwa bernama Bhadraloka. Para ahli berpendapat bahwa Sri Kumbaja atau Sri Kalasodbhava adalah Pu Kumbhayani dan bangunan Syiwa yang dimaksud adalah Candi Barong.

Kedua bangunan yang ada tidak mempunyai mempunyai pintu masuk ke tubuh candi, karena tidak terdapat ruangan di dalamnya, walaupun, menurut hasil penelitian, diperkirakan terdapat rongga dalam tubuh bangunan. Relung-relung yang ada saat ini dalam keadaan kosong. Arca yang pernah ditempatkan di sana sudah tak bersisa, walaupun konon pada saat pemugarannya ditemukan 3 arca dewi dan 4 arca dewa yang berciri Syiwaistik. Pada keempat sisi masing-masing bangunan hanya terdapat relung tempat menaruh arca. Di atas ambang relung terdapat hiasan kalamakara lengkap dengan rahang bawah yang sangat sederhana pahatannya. Tidak terdapat hiasan relief pada dinding dan kaki bangunan, hanya ada pahatan berpola dedaunan dan sosok manusia yang sederhana. Atap candi bersusun dengan puncak runcing. Pelipit atap berpola bunga dan kumuda.

Hotel Murah Yang Nyaman dan Strategis di Kota Jogja

Apabila anda tengah berkesempatan berlibur ke Daerah Istimewa Yogyakarta silahkan untuk singgah dan bermalam di Cafe & Hotel Omah Semar, berikut informasi alamat lokasi beserta fasilitas yang ada di Cafe & Hotel Omah Semar Jogja, semoga berkenan.

================================================================================

Alamat : Jalan Kompol Bambang Suprapto No. 22,Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta 55225 Telp. 0858-6802-6746/ 0851-0845-0022/ 0851-0936-0022 Website: Omahsemar.com Email: Admin@omahsemar.com

BACA JUGA :  Pesona Wisata Jakarta

================================================================================

Kamar Petruk Omah Semar Rp. 460.000
Kamar Petruk Omah Semar Rp. 460.000
  • Twin Bed Untuk 2 Orang
  • AC
  • LCD TV + TV Kabel (Saluran Nasional & International)
  • Shower / Bathtup dengan Air panas dan dingin
  • Kulkas dan Pemanas Air
  • Makan Pagi untuk 2 Orang
  • Lahan Parkir gratis
  • Gratis Penjemputan dari Stasiun dan Bandara
  • Cafe dan Resto
  • Hot Spot Area
  • City Tour *on request

Mari Kunjungi Tempat- tempat wisata Menarik Lainnya di :

Sumber  : http://candi.perpusnas.go.id

https://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Barong

 

Liburan Murah, Wisata Kuliner, Tempat Wisata, Pariwisata Indonesia, Tour, Wisata Candi, Wisata Candi Barong, Candi Barong, Bhadraloka, Dewi Mahlaksmi, Bahasa Sansekerta.

Similar Posts:

    None Found

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.